Kamis, 30 April 2026

Wawancara Khusus Bangka Pos

Rudianto Tjen: Jaga Toleransi di Bangka Belitung

Rudianto Tjen mengaku mendapatkan informasi dari sumber yang valid, bahwa intoleransi di Bangka Belitung ada di posisi kuning dan mengarah ke merah.

Tayang:
Editor: fitriadi
Istimewa/Dokumentasi Rudianto Tjen
Anggota DPR RI Dapil Bangka Belitung Ir. Rudianto Tjen 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Rudianto Tjen prihatin atas kondisi Bangka Belitung yang cenderung mengarah pada terkoyaknya sikap toleransi.

Keprihatinan tersebut disampaikan anggota DPR RI Dapil Bangka Belitung itu saat memberi sambutan di acara Imlek Bersama di rumah dinas Wali Kota Pangkalpinang, Sabtu (28/1/2023) malam.

Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan tidak asal bicara.

Dia mengaku mendapatkan informasi dari sumber yang valid, bahwa intoleransi di Bangka Belitung ada di posisi kuning dan mengarah ke merah.

Bahkan pria yang akrab disapa Pak Rudi itu menyebutkan, saat ini Bangka Belitung ada di urutan keenam tertinggi secara nasional terkait dengan angka intoleransi.

Menurutnya, kondisi ini harus disikapi secara serius oleh seluruh elemen masyarakat.

Berikut paparan lengkap Rudianto Tjen terkait kekhawatirannya terhadap merebaknya intoleransi di Bangka Belitung saat wawancara khusus dengan Pemimpin Redaksi Bangka Pos Group, Ibnu Taufik Juwariyanto, Minggu (29/1/2023) di kediaman Rudianto Tjen di Desa Kampung Jeruk, Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka Tengah:

Saat memberi sambutan di acara Imlek Bersama di rumah dinas Wali Kota Pangkalpinang, Sabtu (28/1/2023) malam, dengan sangat emosional menurut saya, bapak mengatakan ada intoleransi yang serius di Bangka Belitung. Pak Rudi bisa diceritakan itu?

Jadi saya ingat waktu masa kecil di Babel ini secara nasional kita diakui sebagai miniaturnya RI ada di Babel.

Karena toleransi di Babel itu luar biasa, istilah Tongin Fan Ngin Jit Jong (orang pribumi dan orang Tionghoa setara tidak ada perbedaan dalam segala aspek) bukan hanya slogan, tapi betul-betul kita rasakan menjadi kehidupan sehari hari.

Artinya tidak ada batasan semua hubungan pertemanan, sosial dan lainnya semua berjalan sedemikian baiknya. Sehingga memang betul-betul, seperti saya bukan muslim, dan teman-teman saya mungkin datang di rumah ibadah yang lain biasa-biasa saja.

Tetapi belakangan dengan perkembangan di republik ini, posisi untuk intoleransi pada bentuk dalam tanda petik dikatakan posisi perlu perhatian, tapi bukan dalam posisi bahaya.

Seperti yang kita ketahui negara kita Indonesia ini dimerdekakan dari Sabang sampai Merauke.
Kita sadar bahwa kita ada perbedaan, suku banyak, bahasa, etnis, agama warna kulit, tetapi semua bertekad yang sama Indonesia dimerdekakan untuk kita bersama dengan keberagaman dan kebhinekaan, inilah Indonesia.

Pak Rudi mendapatkan data yang valid, jika intoleransi di Babel ini terburuk, mungkin bisa dijelaskan?

Jadi kebentulan saya duduk di anggota DPR mitranya di bidang politik dan keamanan.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved