Senin, 18 Mei 2026

Ramadhan 2023

Ramadhan 2023 Sebentar Lagi, Ini Hari-hari yang Dilarang untuk Mengganti Utang Puasa

Mengganti utang puasa Ramadhan yang tertinggal adalah wajib hukumnya sebagaimana tertulis di surat Al Baqarah ayat 184.

Tayang:
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: M Zulkodri
Iqra.id
Bacaan niat puasa qadha untuk mengganti utang puasa Ramadhan. 

BANGKAPOS.COM - Mengganti utang puasa Ramadhan yang tertinggal adalah wajib hukumnya. Dalam surat Al Baqarah ayat 184 disebutkan bahwa wajib mengganti utang puasa sebanyak hari batal puasa pada hari-hari yang lain.

Sedangkan bagi yang berat menjalankan puasa, wajib membayar fidyah.

Nah untuk itu penting mengetahui hari kapan saja yang tidak boleh melakukan puasa pengganti atau puasa qadha.

Ada hari yang hukumnya haram berpuasa, tetapi ada juga yang hukumnya makruh berpuasa.

Di hari yang makruh, sebaiknya tidak melaksanakan puasa sunnah namun tetap boleh malksanakan puasa qadha Ramadhan.

Hari-hari yang dimakruhkan untuk berpuasa tidak termasuk hari yang dilarang untuk mengganti puasa Ramadhan. Namun sebaiknya tidak melakukan puasa sunnah pada hari-hari tersebut. 

Hari yang dilarang mengganti puasa Ramadhan:

1. Hari Raya

Tanggal 1 Syawal ditetapkan sebagai hari raya umat Islam.

Idulfitri adalah hari kemenangan yang harus dirayakan dengan bergembira.

Syariat Islam telah mengatur pada tingkat haram bahwa pada hari itu tidak diperkenankan seseorang untuk berpuasa.

Meskipun tidak ada sesuatu yang bisa dimakan, paling tidak seseorang harus membatalkan puasanya atau tidak berniat untuk puasa.

Hal yang sama juga pada tanggal 10 Zulhijjah sebagai hari raya bagi umat Islam.

Hari itu diharamkan untuk berpuasa dan umat Islam disunahkan untuk menyembelih hewan kurban dan membagikannya kepada fakir miskin, kerabat, dan keluarga.

Semua orang diharapkan bisa ikut merasakan kegembiraan dengan menyantap hewan kurban itu dan merayakan hari besar.

2. Hari Tasyrik

Hari Tasyrik adalah tanggal 11, 12, dan 13 pada bulan Zulhijjah. Pada tiga hari itu umat Islam masih dalam suasana perayaan Iduladha sehingga masih diharamkan untuk berpuasa.

Namun, sebagian pendapat mengatakan bahwa hukumnya makruh, bukan haram. Apalagi mengingat masih ada kemungkinan orang yang tidak mampu membayar dam haji untuk puasa tiga hari selama dalam ibadah haji.

3. Hari di bulan Ramadhan

Seseorang juga diharamkan untuk berpuasa qadha di bulan Ramadhan. Hari yang diragukan, misalnya apakah sudah tanggal satu Ramadan atau belum juga haram untuk berpuasa qadha.

Adapun berikut ini adalah lafal niat qadha puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’I fardhi syahri Ramadhana lillahi ta‘ala.

Artinya, “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.” Semoga Allah menerima uzur dan qadha puasa Ramadhan kita. Wallahu a‘lam.

Mengganti puasa pun dapat dilakukan terus menerus, acak ataupun berselang-seling sesuai dengan kemampuan. Hal tersebut juga tercantum dalam hadist sebagai berikut.

‘Qadha puasa Ramadhan itu, apabila ia berkehendak, maka ia boleh melakukan (puasa qadha) secara terpisah dan apabila ia tidak berkehendak, maka ia boleh melakukan (puasa qadha) secara berurutan.’ (HR. Daruquthni dari Ibnu Umar).

(Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved