Rabu, 20 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Angka Pengangguran Terus Turun, Dosen UBB Sebut Perlu Peningkatan SDM

Darus Altin mengatakan, terus menurunnya angka pengangguran terbuka di Kota Pangkalpinang merupakan suatu pertanda yang baik.

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: khamelia
istimewa
Dosen Tetap Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Darus Altin. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Dosen Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Darus Altin mengatakan, terus menurunnya angka pengangguran terbuka di Kota Pangkalpinang merupakan suatu pertanda yang baik.

Di mana berdasarkan data BPS pada tahun 2019, tingkat pengangguran sempat turun 5,01 persen, namun mengalami kenaikan menjadi 6,93 persen pada 2020. Kemudian turun menjadi 6,81 persen pada tahun 2021 dan akhirnya terus turun di angka 5,9 persen pada tahun 2022.

“Tentunya tren ini juga menunjukkan bahwa terjadinya pola grafis menurun pada kurun waktu dua tahun terakhir,” kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (8/2/2023) malam.

Darus Altin memaparkan, terjadinya pengangguran di suatu daerah dapat dikarenakan jumlah lapangan pekerjaan di suatu wilayah tertentu tidak dapat mencukupi jumlah angkatan kerja atau jumlah permintaan akan lapangan pekerjaan. Tak hanya itu, juga akan penawaran lapangan kerja tidak seimbang. Hal tersebut berakibat bertambahnya jumlah pertumbuhan tenaga kerja melebihi jumlah kesempatan kerja.

Tentunya tren yang cenderung membaik ini perlu dijaga, disertai dengan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kerja tersebut. Program vokasi bisa merupakan salah satu bentuk perwujudan kompetensi SDM yang siap pakai bagi dunia usaha atau industri. Tidak dapat dipungkiri program tenaga kerja bersertifikasi akan menjadi suplemen lebih bagi tenaga kerja.

“Artinya, menurun tingkat pengangguran tahun 2021 dan 2022 tersebut bisa dikatakan adalah imbas dari langkah-langkah perbaikan ekonomi Pemerintah Kota Pangkalpinang yang terus membaik pasca pandemi,” ungkap Darus Altin.

Selain itu lanjut dia, peran pendidikan juga diposisikan sebagai sarana untuk peningkatan kesejahteraan. Melalui pemanfaatan kesempatan  kerja   yang ada dan mencerminkan tingkat kepandaian atau pencapaian pendidikan formal dari penduduk.

Karena semakin tingginya lulusan pendidikan seseorang calon tenaga kerja maka semakin tinggi pula kemampuan kerja atau produktivitas seseorang. Terlebih saat era seperti sekarang dan masa yang akan datang. Peran teknologi informasi mulai menggeliat dan mengganti beberapa posisi tenaga kerja tertentu yang lebih banyak memerlukan peralatan atau teknologi.

Kebijakan terkait investasi juga menjadi faktor utama penggerak untuk terciptanya peluang-peluang kerja baru sehingga kesempatan kerja akan meningkat. Iklim investasi yang kondusif dan terus membaik tentunya akan berimbas bagi perekonomian suatu daerah.

Muara akhirnya mempengaruhi tingkat pengangguran di suatu daerah.  Kebijakan pengupahan juga berimbas bagi penurunan tingkat pengangguran.

“Kebijakan yang mengatur upah yang ditawarkan perusahaan sesuai dengan harapan tenaga kerja bisa menjadi salah satu faktor penguat menurunnya tingkat pengangguran,” sebutnya.

Kendati begitu kata Darus Altin, pertumbuhan ekonomi melalui PDRB yang meningkat diharapkan dapat menyerap tenaga kerja di wilayah tersebut. Karena dengan kenaikan PDRB kemungkinan dapat meningkatkan kapasitas produksi.

Angka pengangguran yang rendah dapat mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang baik. Karena semakin tinggi pertumbuhan ekonomi di suatu daerah maka akan semakin tinggi pula kesempatan berkembang bagi perusahaan, dan penciptaan kesempatan kerja bagi masyarakat daerah tertentu. 

Namun di sisi lain juga perlu mewaspadai tren tingkat pengangguran yang semakin menurun dua tahun ini. Belajar dari pengalaman dari tahun 2018 sebesar 4,70 persen, naik pada tahun 2019 sebesar 5,01 persen dan terjadi kenaikan signifikan tahun 2020 sebesar 6,93 persen.

Walaupun tren naik tingkat pengangguran pada tahun 2019 dan 2020 terjadi karena  faktor pandemi Covid-19 yang menimpa seluruh negara di dunia. Karena salah satu bentuk antisipasi dalam menjaga agar tren tingkat pengangguran terus menurun adalah bentuk kewaspadaan dini pemerintah.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved