Sabtu, 25 April 2026

Gempa Turki

Benarkah Gempa Turki Ulah AS Lewat HAARP, Bisa Mengendali Cuaca di Dunia, Berikut Penjelasannya

Belasan ribu orang tewas, AS disebut hukum Turki karena tak kerjasama kirim gempa dahsyat lewat HAARP yang bisa mengendalikan cuaca dan gempa di dunia

Editor: Hendra
AFP/ILYAS AKENGIN
Upaya pencarian korban selamat di Diyarbakir, pada 6 Februari 2023, setelah gempa berkekuatan 7,8 melanda tenggara negara itu. - Setidaknya 284 orang tewas di Turki dan lebih dari 2.300 orang terluka dalam salah satu gempa terbesar di Turki dalam setidaknya satu abad, saat pekerjaan pencarian dan penyelamatan berlanjut di beberapa kota besar. 

BANGKAPOS.COM, ISTANBUL, - Gempa dengan kekuatan magnitudo 7,8 SR telah mengguncang Turki dan Suriah.

Belasan ribu orang tewas tertimpa reruntuhan gedung akibat gempa tersebut.

Tak terkecuali diantara ada satu warga negara Indonesia ikut tewas dalam bencana tersebut.

Isu mengabarkan bahwa gempa dahsyat yang melanda kedua negara tersebut ulahnya Amerika Serikat.

Disebutkan peran Amerika Serikat dalam gempa yang menelan korban belasan ribu itu menggunakan HAARP (High-Frequency Active Auroral Research Program) atau Program Penelitian Auroral Aktif Frekuensi Tinggi.

Dikabarkan HAARP merupakan salah satu senjata milik Amerika Serikat dalam hal rekayasa cuaca hingga menciptakan gempa di seluruh belahan dunia.

Untuk mengkamuflasenya bahwa HAARP salah satu senjata milik AS, dibuatlah seolah-olah seperti sebuah lembaga studi atau penelitian saja.

Dilansir Kompas.com, teori konspirasi keterlibatan badan penelitian HAARP milik Amerika Serikat ini muncul dari banyaknya cuitan di Twitter.

Kebenarannya pun belum bisa dikonfirmasi.

Lantas apa itu teknologi HAARP dan bagaimana hal itu bisa memicu gempa?

Fasilitas penelitian milik Amerika Serika HAARP (High-Frequency Active Auroral Research Program) atau Program Penelitian Auroral Aktif Frekuensi Tinggi yang disebut bisa mengendalikan dan merekayasa cuaca hingga gempa di seluruh dunia
Fasilitas penelitian milik Amerika Serika HAARP (High-Frequency Active Auroral Research Program) atau Program Penelitian Auroral Aktif Frekuensi Tinggi yang disebut bisa mengendalikan dan merekayasa cuaca hingga gempa di seluruh dunia (University of Alaska)

Seperti dilansir dari laman Geo TV, HAARP adalah inisiatif penelitian AS yang telah aktif sejak awal 1990-an.

Meskipun proyek tersebut memiliki beberapa tujuan, kemajuan teknologi komunikasi radio dianggap sebagai fokus utamanya.

"HAARP adalah pemancar berfrekuensi tinggi berkekuatan tinggi yang paling mumpuni di dunia untuk mempelajari ionosfer," bunyi rilis Universitas Alaska.

"Pengoperasian fasilitas penelitian dipindahkan dari Angkatan Udara Amerika Serikat ke University of Alaska Fairbanks pada 11 Agustus 2015, memungkinkan HAARP untuk melanjutkan eksplorasi fenomenologi ionosfer melalui perjanjian penelitian dan pengembangan kerjasama penggunaan lahan," lanjutnya.

Banyak orang yang menggunakan media sosial berpikir bahwa HAARP digunakan untuk menghukum Turkiye karena menolak bekerja sama dengan Barat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved