Selasa, 14 April 2026

Tribunners

Pendidikan Karakter bagi Remaja Tanggung Jawab Kita Semua

Rendahnya karakter suatu bangsa berimplikasi luas pada beragam aspek kehidupan, maraknya kriminalitas, tingginya tindakan-tindakan yang tidak bermoral

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Reza A. Suntara - Dosen Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Bangka Belitung 

Oleh: Reza A. Suntara - Dosen Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Bangka Belitung

BEBERAPA waktu lalu jagat media dikagetkan dengan berita pembunuhan yang dilakukan oleh dua remaja terhadap anak berusia 11 tahun, sungguh tindakan yang sangat mengerikan sekaligus memilukan bagi siapa pun yang membacanya. Pembunuhan tersebut ditengarai terjadi karena adanya dorongan dalam diri para pelaku untuk menjual organ dalam tubuh korban, yang didasari pengetahuan pelaku mengenai jual beli organ tubuh yang mereka akses melalui internet. Kasus tersebut seakan-akan menggambarkan sebuah ironi yang terjadi pada para remaja dewasa ini, sekaligus menunjukkan menurunnya kualitas karakter dalam diri remaja.

Karakter Bangsa Indonesia

Membahas mengenai karakter bangsa maka akan merujuk pada karakter individu terlebih dahulu, karena sejatinya karakter merupakan suatu sifat kejiwaan atau budi pekerti yang dimiliki oleh seseorang. Adapun karakter bangsa adalah perilaku kolektif kebangsaan yang dicerminkan oleh warga negaranya yang khas.

Karakter terdiri atas karakter privat dan karakter publik. Keduanya penting dimiliki oleh setiap warga negara karena harmonisasi di antara keduanya dapat menimbulkan terbentuknya karakter kolektif yang baik dan kuat.
Karakter privat berkaitan dengan sifat dan sikap yang ada dalam diri individu seperti kedisiplinan, tanggung jawab moral, jujur, serta sikap lain yang mencirikan integritas dirinya sebagai individu yang bermartabat. Adapun karakter publik berkaitan dengan tanggung jawab setiap individu sebagai seorang warga negara yang sopan, menaati nilai dan norma kehidupan, hingga kemampuan bersosialisasi dengan individu lainnya.

Merujuk akan pentingnya kepemilikan karakter baik dalam diri warga negara, Indonesia sejatinya telah sejak lama mengembangkan karakter sebagai suatu konsep penting untuk diajarkan dari generasi ke generasi. Ki Hadjar Dewantara menguraikan filosofi pendidikan karakter yang terurai dalam olah hati (etika), olahraga (kinestetika), olah pikir (literasi), serta olah karsa (estetika). Apakah keempatnya telah terlaksana melalui pendidikan karakter dengan baik hingga saat ini?

Merujuk pada realitas sosial, dewasa ini pendidikan karakter seakan-akan belum terlaksana optimal. Hal tersebut dicirikan dengan masih maraknya beragam kasus dan masalah yang cenderung dilakukan oleh para remaja. Hal ini menjadi sebuah tantangan besar sekaligus fakta penting bahwa pendidikan karakter perlu terus diupayakan dengan berlandaskan pada nilai-nilai budaya bangsa.

Karakter bangsa Indonesia sejatinya memiliki kiblat yang jelas dan sandaran yang nyata pada nilai-nilai Pancasila, norma dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, semangat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, serta kolektivitas yang dikuatkan melalui komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Degradasi Karakter

Tidak bisa dimungkiri bahwa karakter sebagian masyarakat kita terutama remaja telah mulai mengalami pengikisan dan makin menjauh dari nilai-nilai yang seharusnya. Thomas Lickona, dalam bukunya yang berjudul Educating for Character How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility menuturkan bahwa terdapat sepuluh tanda terjadinya degradasi karakter. Kesepuluh tanda tersebut yakni:

(1) Meningkatnya kekerasan di kalangan remaja
(2) Penggunaan bahasa dan kata-kata yang memburuk
(3) Pengaruh pertemanan dalam tindak kekerasan
(4) Meningkatnya tindakan merusak diri seperti konsumsi alkohol, narkoba, hingga seks bebas
(5) Makin menjauhnya pedoman moralitas
(6) Menurunnya etos kerja
(7) Rendahnya sikap hormat pada orang tua dan guru
(8) Rendahnya sikap bertanggung jawab
(9) Tidak jujur
(10) Bersikap curiga dan saling benci dengan sesama

Pertanyaan berikutnya, apakah kesepuluh tanda tersebut telah terjadi di sekeliling kita? Jika jawabannya iya maka ini merupakan sebuah kecelakaan besar bagi kita apabila hal tersebut tidak sesegera mungkin diatasi, karena kesepuluh tanda itu dapat memicu terjadinya kehancuran bangsa.

Rendahnya karakter suatu bangsa berimplikasi luas pada beragam aspek kehidupan, maraknya kriminalitas, tingginya tindakan-tindakan yang tidak bermoral, hingga sikap apatis merupakan sebagian kecil daripada implikasi yang disebabkan degradasi karakter bangsa. Maka dari itu penguatan pendidikan karakter menjadi suatu hal yang harus terus digalakkan guna mengatasi dan menghindarkan generasi muda bangsa ini dalam jurang keburukan yang lebih jauh lagi.

Urgensi Penguatan Pendidikan Karakter

Terdapat tiga lingkungan yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan pendidikan karakter individu, yakni lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Ketiga lingkungan inilah yang oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai "Tri Pusat Pendidikan Karakter".

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved