Update Terkini Pencarian Kapten Philips Susi Air, Ini Saran Jubir Jaringan Damai Papua
Pesawat Susi Air dipiloti oleh Kapten Philips Marthen berusia 37 tahun yang merupakan WNA Selandia Baru. Sejauh ini aparat terus melakukan pencarian.
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM - Nasih Kapten Philip Marthen masih menjadi misteri. Lima hari sudah dirinya diduga jadi sandraan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.
Sejauh ini aparat keamanan di Papua terus melakukan pencarian terhadap Kapten Philip.
Keberadaan pria asal Selandia Baru itu sebenarnya banyak memunculkan keraguan.
Salah satunya, apakah Kapten Phillip masih menjadi sandera atau tidak.
Ini karena pihaknya melihat ada kelompok-kelompok tertentu yang juga mengklaim menyandera Kapten Phillip.
Meskipun demikian muncul dua opsi solusi yang ditawarkan jika benar-benar pilot Susi Air disandera KKB Papua, sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com:
1. Campur tangan pihak ketiga
Juru bicara Jaringan Damai Papua, Yan Christian Warinussy menilai kehadiran mediator internasional sangat diperlukan dalam situasi penyanderaan di Papua.
“Kalau orang itu dari Palang Merah Internasional atau organisasi yang berada di bawah UN (PBB), saya pikir itu minimal menjawab keinginan mereka,” kata Yan Warinussy kepada VOA Indonesia.
“Tapi, dengan tujuan penting bahwa dia berusaha untuk menyelesaikan konflik. Khusus pada soal pembebasan pilot yang tidak berdosa ini,” imbuhnya.
Yan Warinussy juga menyatakan mediator yang dipilih memang memiliki tantangan di dua sisi.
Satu, mediator harus bisa meyakinkan pihak TNI/Polri bahwa dia dapat dipercaya.
Kedua, mediator juga pihak yang dipercaya oleh TPNPB itu sendiri.
“Supaya dia bisa dengan mudah berperan di dalam membangun komunikasi antara kedua pihak itu,” tambahnya.
Langkah ini, bahkan bisa berdampak jangka panjang. Kasus penyanderaan pilot dan upaya pembebasannya bisa menjadi pintu masuk untuk memulai langkah membangun perdamaian Papua ke depan.