Senin, 27 April 2026

Pengalaman Mualaf Jonathan Latumahina Ayah David, Diteriaki 'Haram' di Mekah karena Bertato

Jonathan Latumahina yang adalah seorang ahli IT dan ada dalam tim Tim Cyber PP GP Ansor punya pengalaman menarik bagaimana ia umrah setelah mualaf

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Twitter/seeksixsuck
Jonathan Latumahina yang adalah seorang ahli IT dan ada dalam tim Tim Cyber PP GP Ansor punya pengalaman menarik bagaimana ia umrah setelah mualaf 

BANGKAPOS.COM - Jonathan Latumahina, ayah David yang merupakan korban penganiayaan oleh anak seorang pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Kuangan (Kemenkeu) bernama Mario Dandy Satrio, ternyata adalah seorang mualaf.

Jonathan Latumahina yang adalah seorang ahli IT dan ada dalam tim Tim Cyber Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor ini punya pengalaman menarik bagaimana ia menjadi mualaf dan umrah ke tanah suci.

GP Ansor merupakan salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama (NU) yang bergerak di bidang kepemudaan dan kemasyarakatan.

Jonathan mengaku ia pernah diteriaki 'Haram' di Mekah ketika sedang umrah karena keberadaan tatonya.

Jonathan Latumahina memang memiliki beberapa tato di bagian tubuh, seperti di leher dan tangannya.

Kejadian dalam kisah ini terjadi pada 2018.

Baca juga: Benarkah AG Sempat Selfie Saat David Terkapar? Pacar Mario Kini Terancam di DO, Ini Kata Kuasa Hukum

Dikutip dari berbagai sumber, Jonathan menceritakan pengalamannya menunaikan ibadah umrah ketika itu..

Ia pernah diteriaki "haram" ketika orang-orang melihat tato di sekujur tubuhnya.

Ada suatu kejadian saat selesai tahalul, Jonathan ngopi di lorong bawah Zam Zam Tower.

Saat itu, kata dia, ada anak kecil yang melihatnya dan menunjuk sambil teriak "Haram.. haram.. Haram.."

"Bayangkan, di tanah suci dan di haram-haramkan karena tato dan dilihatin ribuan orang? Saya takut? Tidak sama sekali," kata Jonathan.

Dia malah terharu melihat Sahabat-Sahabat Ansor yang menjaganya, membarikade dan menghardik orang yang mengharam-haramkan dirinya yang bertato.

Tidak berhenti sampai di situ.

Pada suatu pagi setelah salat subuh, Jonathan membeli es krim.

Penjual es krim itu juga ngatain "Haram... Haram..."

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved