Selasa, 5 Mei 2026

Segini Harga Motor Listrik Gesits, Uwinfly hingga Selis Setelah Dapat Subsidi Rp7 Juta

Gesits, Uwinfly hingga Selis adalah motor listrik yang diproduksi di Indonesia. Kalau dibeli, warga dapat subsidi motor listrik Rp7 juta.

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
TribunSolo.com
Sepeda motor listrik, Gesits - Segini Harga Motor Listrik Gesits, Uwinfly hingga Selis Setelah Dapat Subsidi Rp7 Juta 

BANGKAPOS.COM - Motor listrik merek Gesits, Uwinfly hingga Selis adalah merek-merek yang akan mendapatkan subsidi sebesar Rp7 juta dari pemerintah.

Gesits, Uwinfly hingga Selis adalah motor listrik yang diproduksi di Indonesia.

Karena itu merek-merek ini memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi motor listrik yang akan berlaku paling cepat 20 Maret 2023 ini.

Lantas, setelah mendapatkan subsidi motor listrik, berapakah harga Gesits, Uwinly hingga Selis jadinya?

Dikutip dari kompas.com, setidaknya ada 6 merek motor listrik yang diproduksi di Indonesia.

Berikut rincian merek dan prediksi harganya setelah mendapatkan subsidi motor listrik:

1. Alva

Melalui produk Alva One, merek lokal ini diprediksi bakal meramaikan pasar motor listrik Tanah Air.

Pasalnya, Alva sudah diproduksi secara lokal di Cikarang, Jawa Barat.

Kapasitas produksi Alva pun diklaim bisa mencapai 100.000 unit per tahun, atau sekitar 8.000 unit per bulan.

Adapun modelnya, Alva menawarkan produk serupa skutik gambot yang dipasarkan sekitar Rp 34,9 juta OTR Jakarta.

Itu artinya, setelah mendapatkan subsidi motor listrik, harga yang bisa Anda bayar ketika membeli Alva adalah Rp27,9 juta.

Baca juga: Modif Honda BeAT Jadi Motor Listrik, Mampu Top Speed 80 Km/jam, Siapin Duit Segini untuk Biayanya

2. Gesits

Saat ini Gesits baru menyediakan satu model, yakni G1.

Motor listrik ini ditawarkan Rp 28,970.000,- (OTR Jakarta 1 baterai) dan Rp 36,825.000,- (OTR Jakarta 2 baterai).

Mengenai speknya, Gesits dilengkapi motor listrik dengan tenaga puncak 5 kW atau setara 6,7 tk.

Motor ini memiliki 3 mode berkendara, dan kecepatan maksimal Gesits dibatasi sampai dengan 70 kpj.

Perihal baterai, Gesits menggunakan baterai lithium NCM berkapasitas 1,44 KWh untuk satu unit baterainya, yang mereka garansi selama 3 tahun.

Dengan demikian, Gesits bisa dibeli dengan uang Rp21,9 juta hingga Rp29,8 juta.

3. Polytron

Merek elektronik asal Kudus, Jawa Tengah, kini ikut memproduksi motor listrik.

Salah satunya lewat motor listrik Fox-R yang dijual Rp 16,5 juta off the road atau tanpa pajak saat IMOS 2022.

Motor ini dijual tanpa kelengkapan baterai, yang artinya konsumen harus melakukan sewa dalam bentuk kontrak selama tiga tahun dengan biaya setara Rp 9 juta.

Setelah mendapatkan subsidi, motor listrik Polytron bisa Anda beli dengan merogoh kocek sebanyak Rp9,5 juta saja.

Baca juga: Inilah Motor Listrik Uwinfly T3, Harga Rp9 Juta Tembus Jarak 60 Km, Tak Perlu Takut Pertalite Naik

4. Selis

Salah satu produk unggulan Selis adalah motor listrik E-Max.

Produk ini dibekali baterai SLA 60 Volts dengan kapasitas 25 Ah dengan tenaga 1.200 Watt.

E-Max mampu berlari dengan kecepatan 50 kpj dan menempuh jarak 120 Km sekali pengisian daya secara penuh, untuk yang dilengkapi baterai ganda.

Sementara pengisian daya listriknya membutuhkan waktu maksimal 5 jam.

Sementara harganya sendiri mulai Rp 22 juta untuk yang baterai tunggal dan Rp 28 juta untuk yang dilengkapi baterai ganda.

Artinya,setelah mendapatkan subsidi motor listrik, motor ini akan bisa dibeli mulai dari Rp15 juta hingga Rp21 juta.

5. United

Motor listrik United merupakan produk asli buatan Indonesia.

Berawal dari sepeda, pabrik United di Citeureup, Jawa Barat, kini mencoba peruntungan dengan memproduksi motor listrik T1800.

United membanderol motor listrik itu seharga Rp 30 jutaan.

Namun ke depan, merek ini juga menyiapkan motor listrik murah belasan juta rupiah.

Motor ini diperkirakan bisa dibeli seharga Rp23 juta.

Baca juga: AHM Bersiap Umumkan Roadmap Motor Listrik untuk Netralisasi Karbon Dunia di Indonesia Tahun Ini

6. Uwinfly

Salah satu merek motor listrik di Indonesia adalah UWinfly.

Motor listrik Uwinfly awalnya diproduksi langsung dari China. Namun merek ini sudah memiliki pabrik perakitan di Semarang, Jawa Tengah.

Sudah banyak model yang sudah dijajakan merek ini di Tanah Air.

Salah satunya Uwinfly T3, motor listrik yang mirip Vespa.

Produk yang dijual seharga Rp 15 juta OTR Jakarta ini mengusung motor listrik alias dinamo berdaya 800 watt didukung baterai 60V 20 Ah.

Berdasarkan klaimnya, motor ini dapat menempuh jarak 50-60 km dengan kecepatan maksimal 60 km. Volta Volta 401 jadi model unggulan merek motor listrik yang berbasis di Semarang, Jawa Tengah.

Secara tampilan, motor listrik dari Volta ini memiliki desain mirip dengan Vespa bergaya retro.

Motor ini memiliki 2 slot baterai dengan jarak tempuh sampai dengan 130 km dan kecepatan maksimal 55 Km per jam.

Menyoal harga, Volta Mandala dibanderol Rp 18,5 juta on the road wilayah Jakarta.

Artinya, Anda bisa membeli motor listrik Uwinfly ini cukup dengan uang Rp11,5 juta saja.

Cara membeli

Dikutip dari Tribun Sumsel, berikut ini cara membeli motor listrik dengan subsidi Rp7 juta:

1. Pembeli mendatangi dealer motor listrik yang mereknya mendapatkan subsidi.

2. Pembeli menyerahkan KTP kepada pihak dealer.

3. Pihak Dealer akan memeriksa NIk KTP pembeli, satu NIK hanya bisa dapat satu unit motor subsidi.

4. Apabila NIK masuk sebagai pembeli berhak mendapatkan potongan harga subsidi, maka akan diajukan Klaim ke Bank Himbara.

5. Pihak Bank Himbara akan membayar tagihan insentif ke produsen.

Baca juga: Motor Listrik Dilirik Pasca Naiknya Harga BBM, Inilah 9 Kelebihan dan Kekurangan dari Motor Tersebut

Berlaku 20 Maret 2023

Paling cepat 20 Maret 2023 ini, pemerintah mulai menerapkan insentif subsidi motor listrik sebesar Rp7 juta.

Tak semua pembelian kendaraan listrik yang mendapatkan insentif subsidi motor listrik Rp7 juta tersebut.

Pasalnya, pemberian insentif subsidi motor listrik ini hanya untuk kendaraan yang diproduksi atau dibuat di Indonesia.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, insentif itu diberikan kepada 200 unit pembelian kendaraan motor listrik khusus yang diproduksi dalam negeri.

"Untuk bantuan pemerintah bantuan kendaraan sepeda motor listrik baru sebesar Rp 7 juta per unit untuk 200 ribu unit di tahun 2023," ujar Febrio saat Konferensi Pers, di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Senin (6/3/2023) dikutip dari Tribunnews.

Baca juga: Modif Honda BeAT Jadi Motor Listrik, Mampu Top Speed 80 Km/jam, Siapin Duit Segini untuk Biayanya

"Motor listrik yang mendapatkan bantuan pemerintah ini adalah yang diproduksi di dalam negeri, TKDN sebesar 40 persen atau lebih," lanjutnya.

Dikatakan Febrio, sebanyak 50 unit kendaraan motor yang di konvensi ke listrik diberikan insentif senilai Rp 7 juta.

Jika ditotal, sebanyak 250 kendaraan listrik bakal diberikan insentif hingga akhir tahun 2023.

"Selain itu, bantuan pemerintah sebesar 7 juta rupiah per motor, juga diberikan untuk konvensi sepeda motor konvensional bahan bakar fosil menjadi sepeda motor listrik," tegasnya.

Febrio menambahkan, target penerimaan insentif kendaraan yang dikonvensi menjadi listrik menyasar pada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)

"Target bantuan pemerintah ini, diutamakan adalah pelaku UMKM, khusunya penerima KUR, lalu penerima BPUM termasuk pelanggan listrik 450-900 VA," paparnya.

Febrio tidak menjelaskan instentif kendaraan listrik roda empat atau mobil.

Dia berdalih, pedoman itu tengah digodok oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Pedoman umum dan petunjuk teknis pelaksanaan program ini, sedang disiapkan detilnya baik dari Kemenperin dan ESDM," tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menyepakati pemberian insentif sebesar Rp 7 juta untuk konversi kendaraan bermotor BBM ke motor listrik.

Untuk pembelian motor listrik baru, insentif yang akan diberikan senilai Rp 7 juta.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, anggaran untuk subsidi akan diambil dari dua alokasi kementerian.

Untuk insentif konversi motor listrik diambil dari pagu anggaran Kementerian ESDM, sedangkan pembelian motor listrik baru dari Kementerian Perindustrian.

"Iya rencananya demikian, ya ini kan benefit jangka panjang," ujar Arifin saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (17/2/2023).

Bahkan, Arifin berujar, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan melibatkan semua kementerian.

"Jadi ya memang yang sekarang ini, semua perangkat sudah disiapkan, tinggal kapan startnya saja. Nilai udah jelas sudah ada patokannya, gambarannya, tinggal disahkan saja itu," jelasnya.

Baca juga: BBM Kini Kian Mahal, Inilah Deretan Motor Listrik Berikut Daftar Harganya di Indonesia

Sementara itu,  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, skema teknis pemberian instentif Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sebelum tanggal 20 Maret 2023 mendatang.

Pasalnya, pengumuman insentif kendaraan listrik baru diberikan kepada pembelian dan konvensi motor listrik senilai Rp 7 juta.

Sedangkan skema pemberian insentif bagi mobil listrik belum dijelaskan secara rinci.

Hal tersebut dia ungkapkan dalam Konferensi Pers Subsidi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Kantor Kemenko Marves, Senin (6/3/2023).

"Nilai bantuan mobil listrik ada tabelnya di sini, nanti kita umumkan berapa. Nanti kita akan keluarkan teknis regulasinya, segera lagi dikerjain. Kita berharap efektif tanggal 20 nanti sudah beres," kata Luhut.

Luhut menegaskan, skema pemberian insentif kendaraan motor ini diberikan langsung kepada produsen. Sehingga, konsumen membeli kendaraan listrik sudah termasuk besaran nilai insentif yang diberikan.

"Bantuan insentif ini diberikan langsung kepada perusahaan, atau ke bengkel. Bukan ke konsumen," tegasnya. (*/kompas.com/ bangkapos.com / Tribunnews/ Dedy Qurniawan)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved