INILAH Desa Krinjing yang Dilanda Hujan Abu Parah saat Gunung Merapi Erupsi
Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang menjadi daerah paling parah dilanda hujan abu akibat erupsi Gunung Merapi.
Namun demikian, sempat membuat warga Sewuan panik.
Sejumlah warga yang tengah bekerja di ladang berhamburan pulang karena khawatir apabila terjadi erupsi susulan yang lebih besar.
"Ada satu, dua warga yang panik. Ada aktivitas di lahan persawahan pada pulang. Takutnya ada sesuatu yang lebih besar lagi. Tapi Alhamdulillah, ini sudah mulai beraktivitas normal dengan biasa," katanya.
Merapi Sudah Meletus Lebih dari 80 Kali
Data yang dirilis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), dalam erupsi kali ini, luncuran awan panas mencapai sejauh 7 km ke arah Kali Bebeng dan Krasak.
Erupsi Gunung Merapi ini juga memicu terjadinya hujan abu di wilayah Kabupaten Magelang dan Boyolali, Jawa Tengah.
Gunung Merapi selama ini memang dikenal sebagai gunung yang cukup aktif.
Dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Sabtu (11/3/2023), menurut data yang tercatat sejak tahun 1600-an, Gunung Merapi meletus lebih dari 80 kali atau rata-rata sekali meletus dalam 4 tahun.
Letusannya bervariatif, ada yang besar, ada pula yang kecil.
Berikut ulasan mengenai sejarah erupsi Gunung Merapi:
1. Erupsi pada abad ke-17 atau di masa awal kolonial Belanda
Tidak diketahui sejak kapan Gunung Merapi mulai erupsi.
Namun, letusan Gunung Merapi mulai tercatat pada abad ke-17 atau di masa awal Indonesia dijajah Belanda.
2. Erupsi pada abad ke 18 dan 19
Pada abad ke 18 dan 19, tercatat erupsi Merapi yang besar di antaranya pada tahun 1768, 1822, 1849 dan 1872.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230312-Desa-Krinjing-dihujani-abu-vulkanik.jpg)