Ramadhan 2023

Puasa Ramadan Wajib, Ustaz Aidil Putra Dzulkarnain Sampaikan Hukum Bagi yang Sengaja tidak Puasa

bagi orang yang tidak mau menjalankan ibadah puasa secara sengaja, status keislamannya dipertanyakan dan dosanya dianggap lebih besar dari

Penulis: Rifqi Nugroho | Editor: Iwan Satriawan
Tim Video Bangkapos
Ustadz Aidil Putra Dzulkarnain, B.A 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ibadah puasa Ramadan merupakan salah satu di antara rukun - rukun Islam, yang tentunya sudah ditetapkan Allah akan mendapat pahala yang besar. 

Sebaliknya, bagi orang - orang yang sengaja meninggalkan satu diantara kewajibannya, terkhusus satu di antara rukun Islam, dia telah melakukan suatu dosa yang sangat besar. 

Termasuk di antaranya, adalah orang yang dengan sengaja tidak mau melaksanakan ibadah puasa Ramadan, berati merupakan satu dosa yang sangat besar. 

Pada kesempatan kali ini, Ustadz Aidil Putra Dzulkarnain membahasa mengenai kabar buruk bagi umat muslim yang sengaja tidak berpuasa di bulan Ramadan.

“Bagaimana tidak, dia sedang merobohkan pondasi agamanya sendiri. Suatu hari Nabi Muhammad pernah mengabarkan kepada pada sahabatnya,


 عن أَبُي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِي رَجُلانِ ، فَأَخَذَا بِضَبْعَيَّ ، فَأَتَيَا بِي جَبَلا وَعْرًا ، فَقَالا لِي : اصْعَدْ حَتَّى إِذَا كُنْتُ فِي سَوَاءِ الْجَبَلِ ، فَإِذَا أَنَا بِصَوْتٍ شَدِيدٍ ، فَقُلْتُ : مَا هَذِهِ الأَصْوَاتُ ؟ قَالَ : هَذَا عُوَاءُ أَهْلِ النَّارِ ، ثُمَّ انْطَلَقَ بِي فَإِذَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيبِهِمْ مُشَقَّقَةٍ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا ، فَقُلْتُ : مَنْ هَؤُلاءِ ؟ فَقِيلَ : هَؤُلاءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ


Artinya: Dari Abu Umamah berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Ketika aku tidur, aku bermimpi didatangi dua orang malaikat membawa pundakku. Keduanya membawaku ke gunung yang terjal. Mereka berkata; Naiklah!, kemudian ketika aku sampai di puncak gunung tiba-tiba terdengar suara melengking keras. Aku bertanya; ‘Apa itu?’ Mereka menjawab; ‘Itu suara penghuni neraka.’
Kemudian mereka membawaku, kemudian saya mendapati suatu kaum yang bergantungan tubuhnya, dari mulutnya yang pecah keluar darah. Aku bertanya;’Siapa mereka?’ Mereka menjawab; ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum diperbolehkan waktunya berbuka puasa,".

Ustadz Aidil Putra melanjutkan, itu merupakan ancaman bagi orang yang dari awal tidak mau menjalankan puasa atau orang yang berbuka sebelum waktunya.

“Tentu merupakan azab yang sangat besar. Adab yang sangat pedih, siksaan yang begitu dahsyat akan menanti. Bagi orang - orang yang tidak mau menjalankan perintah Allah Swt,” katanya.

Selanjutnya ia menyampaikan, bahkan para ulama ada yang berkomentar, bagi orang yang tidak mau menjalankan ibadah puasa secara sengaja, status keislamannya dipertanyakan dan dosanya dianggap lebih besar dari pada dosa orang yang melakukan zina.

“Lebih besar dari orang orang yang meminum khomer (minuman keras). Termasuk orang orang yang melakukan kemunafikan. Oleh karenanya takutlah kita kepada Allah, jangan sampai kita meninggalkan suatu kewajiban,” tegasnya.

Menurutnya, hal itu karena Allah tidaklah menetapkan suatu syariat tetapi menyebabkan kesulitan, tidak membebani suatu jiwa kecuali sesuai dengan kemampuannya, termasuk ibadah puasa puasa.

“Memang kita menahan lapar menahan dahaga, tetapi Allah Swt maha mengetahui sejatinya kita akan sanggup untuk melakukan hal tersebut. Takutlah kita kepada Allah. Jangan sampai kita melakukan suatu perkara yang itu akan membatalkan keislaman kita bahkan akan merusak pondasi agama kita,” tuturnya. 

Oleh karena itu ia mengajak bagi setiap muslim untuk benar benar takut kepada Allah dan selalu meminta hidayah agar selalu diberikan ke istiqomahan, serta dimudahkan dalam menjalankan perintah - Nya.

(Bangkapos.com / Rifqi Nugroho)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved