Senin, 20 April 2026

Piala Dunia U20

FIFA Batalkan Drawing Piala Dunia U-20, Apakah Mandat Indonesia Dicabut? Ini Kata Erick Thohir

Drawing sedianya digelar pada 31 Maret 2023 di Bali, namun FIFA mendadak mengambil keputusan membatalkan acara undian.

Editor: fitriadi
pssi.org
Drawing (undian) Piala Dunia U-20 2023 yang awalnya dijadwalkan digelar pada 31 Maret 2023 di Bali dibatalkan oleh FIFA. 

BANGKAPO.COM, JAKARTA - FIFA  membatalkan drawing (undian) Piala Dunia U-20 2023.

Drawing sedianya digelar pada 31 Maret 2023 di Bali, namun FIFA mendadak mengambil keputusan membatalkan acara undian 24 peserta Piala Dunia U-20.

Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Indonesia diikuti 24 peserta dari berbagai negara. Timnas Indonesia U-20 masuk tim peserta sebagai tuan rumah.

Baca juga: Daftar 24 Negara Peserta Piala Dunia U20 2023 yang Berlangsung di Indonesia Bulan Mei

Keputusan FIFA membatalkan penyelenggaraan pengundian Piala Dunia U-20 disampaikan kepada pihak LOC (Panitia Lokal) pada Sabtu (25/3/2023) pagi.

Sejauh ini FIFA belum menyampaikan alasan pembatalan tersebut, namun diperkirakan pembatalan itu terkalit polemik keikutsertaan Timnas Israel.

Polemik itu pun bukan tidak mungkin membuat FIFA mengambil keputusan tegas mencabut mandat Indonesia sebagai tuan rumah.

Meskipun saat ini FIFA masih menjalankan agenda lain di Indonesia terkait penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023, seperti inspeksi stadion yang tetap berjalan.

FIFA akan melanjutkan proses penilaian terhadap kesiapan venue.

Ketua LOC, Erick Thohir, belum bersikap karena masih menunggu kabar lanjutan dari FIFA.

"Pembatalan penyelenggaraan drawing bukan masalah sederhana. FIFA melihat ada permasalahan besar di Indonesia, sehingga mereka membatalkan kegiatan penting menyangkut Piala Dunia U-20. Pemerintah harus serius menyikapinya," ungkap Akmal Marhali, koordinator Save Our Soccer pada Sabtu (25/3/2023) sore.

Baca juga: Profil Timnas Indonesia dan Skuad Lengkap di Piala Dunia U20, Empat Hal yang Harus Diperhatikan

Menurut Akmal, pemerintah Indonesia harus segera bersikap tegas. Mendudukkan persoalan Piala Dunia U-20 menjadi persoalan olahraga, tidak melebar ke masalah politik seperti yang terjadi beberapa pekan terakhir.

"Pemerintah harus tegas, menunjukkan dukungannya secara nyata agar pelaksanaan Piala Dunia U-20. Koordinasi harus dilakukan antarkementerian untuk memperjelas status Israel sebagai salah satu peserta. Sebagai tuan rumah, kita tidak mungkin menolak kehadiran mereka. Israel jadi peserta Piala Dunia U-20. Titik, tidak bisa diperdebatkan,” katanya.

Israel jadi peserta setelah menjalani fase kualifikasi, seperti peserta-peserta lainnya. Mereka berhak tampil di Indonesia.

"Piala Dunia U-20 jangan dicampurkan dengan politik. Kehadiran Israel tidak akan memengaruhi posisi politik Indonesia terhadap negara tersebut. Yang yang datang ke Indonesia atlet, bukan pemerintahan negara. Dan tidak lantas karena kita menerima kehadiran mereka lantas posisi politik Indonesia dianggap berubah. Pemerintah harus berani bersikap, karena sekarang pertaruhannya nama baik Indonesia,” ujar Akmal.

Sang mantan jurnalis tersebut jika sampai gagal menghelat perhelatan akbar, Indonesia jangan pernah berharap bisa menyelenggarakan event-event olahraga lainnya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved