Human Interest Story
Mengenal Sosok Bripda Bagas, Sering Dipanggil Ustaz karena Jadi Khatib Jumat dan Penceramah
Berkopiah, berbaju seragam Polri dengan syal yang selalu menempel di leher, sering kali menjadi ciri khas Bripda Bagas Adwitiya.
Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berkopiah, berbaju seragam Polri dengan syal yang selalu menempel di leher, sering kali menjadi ciri khas Bripda Bagas Adwitiya, saat menyampaikan ceramah agama.
Bagas merupakan, anggota Polri di Ba Biro SDM Polda Bangka Belitung.
Pria ini dalam keseharianya sering menyampaikan ceramah di Masjid Polda Bangka Belitung.
Selain itu, memasuki bulan Ramadhan, Bagas yang berasal dari Desa Bakit Kecamatan Parittiga ini, sering mengisi program kotbah Ramadhan (Korma) yang ditayangkan setiap harinya di akun Youtube Polda Bangka Belitung.
Ia menceritakan, awal mula, tertarik menjadi anggota Polri di Polda Bangka Belitung, masuk melalui jalur prestasi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ).
"Pertama keinginan bukan menjadi bintara, karena ada rekrutan polisi yang datang langsung ke sekolah, melalui jalur prestasi. Jalur agama, yang dicari dan ditawarkan. Saya ada prestasi bidang MTQ, melalui jalur prestasi, sehingga ada keinginan menjadi polisi," kata Bagas kepada Bangkapos.com, Senin (27/3/2023) di Mapolda Bangka Belitung.
Ketika mengikuti tes masuk Polri, Bagas berbeda dengan anggota polisi lainnya, saat itu, ia mampu menyelesaikan hafalan 5 Juz Al-Quran.
"Saat tes sebetulnya sama. Tetapi pada jalur prestasi tidak ada tes akademik, tes sesuai prestasi masing-masing, baca Quran dan hafal 5 juz Al-Quran waktu tes," kata pria yang mengidolakan Ustaz Adi Hidayat ini.
Saat ini, pria yang sering disapa ustaz ini, bertugas di Biro SDM Polda Bangka Bry Bagian Perawatan Personel.
Ia hari-harinya, baik di lingkungan kerja dan tempatnya tinggal, sering dipanggil ustaz, karena keseringan menjadi penceramah dan imam di masjid.
"Sering apabila lewat, disapa ustaz. Baik di lingkungan kerja Biro SDM dan di lingkungan rumah. Ya mungkin karena sering ceramah, jadi khatib Jumat, jadi dipanggil ustaz," kata pria kelahiran Puding Besar, 3 Agustus 2003.
Pria yang hobi olahraga bulutangkis ini menceritakan, keinginanya menjadi penceramah bukan muncul sejak kecil.
Tetapi, bakat itu muncul, saat ia mengenyam pendidikan di MAN Insan Cendekia Bangka Tengah, saat itu ia banyak belajar mengenai agama Islam dan cara berdakwah.
"Sejak sekolah di MAN Insan Cendikia, muncul motivasi tujuan untuk dakwah ke orang lain, supaya kita tidak mengingatkan diri sendir, tetapi juga orang lain dalam hal agama. Artinya tidak dipendam sendiri tetapi sampaikan ke orang lain," kata Bagas anak pertama dari tiga bersaudara ini.
Setelah menjadi anggota Polri, Bagas mengaku dirinya memiliki tanggungjawab, terutama dalam melayani, mengayomi dan menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230327-bagas.jpg)