Ramadhan 2023
Terlalu Lama Bermain Gadget Saat Berpuasa dan Melalaikan Ibadah, Ini Penjelasan Ustaz
Selama bulan puasa ini jika terlalu banyak bermain gadget dan lalai beribadah selama berpuasa, seperti apa sih hukumnya?
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gadget menjadi hal yang semakin sulit untuk dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari.
Bagaimana tidak, hampir semua kegiatan manusia saat ini menggunakan gadget dalam pelaksanaannya.
Atas dasar manfaat bahwa penggunaan gadget mampu membuat pekerjaan jadi terasa lebih cepat, mudah, dan efektif, maka manusia seakan bergantung pada gadget.
Lantas selama bulan puasa ini jika terlalu banyak bermain gadget dan lalai beribadah selama berpuasa, seperti apa sih hukumnya?
Dosen Agama Islam Universitas Bangka Belitung (UBB) Ustaz H. Muhammad Kurnia, Lc., M.Ag, menyebut diera zaman digital saat ini, penggunaan gadget untuk beragam kebutuhan seperti mengakses media sosial adalah hal yang lumrah terjadi.
"Hukum asal dari bermain gadget dan medsos itu adalah mubah (boleh), tapi dalam keadaan tertentu bisa menjadi haram yaitu ketika melahirkan mudhorat (keburukan)," jelas Ustaz Kurnia kepada Bangkapos.com, Senin (27/3/2023).
"Saat kita berpuasa, ketika terlalu banyak bermain gadget sehingga membuat kita lalai akan beribadah atau bahkan menjerumuskan kita meninggalkan ibadah yang wajib seperti shalat maka jelas ini tidak diperbolehkan dalam syariat," tambahnya.
Akan tetapi dalam hukum puasa itu sendiri, kata Ketua Alumni Al Azhar Mesir Bangka Belitung ini, tidak dapat dikatakan batal hanya karena kebanyakan bermain gadget, sebab itu tidak termasuk ke dalam hal-hal yang membatalkan puasa.
Maka ibadah puasa seseorang yang seperti itu tetap sah, tapi nilai pahalanya akan berkurang bahkan habis. Apa lagi dengan bermain gadget malah membuat dirinya berperilaku tidak baik di media sosial seperti mengumpat, mencaci maki, berbohong, marah-marah, memandang dengan syahwat, bersumpah palsu, maka ini semua bisa membatalkan pahala puasanya (bukan batal puasa tapi batal pahalanya).
"Rasulullah pernah bersabda yang artinya; barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan tidak meninggalkan perbuatan yang diakibatkan ucapan dustanya, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya yaitu terhadap perbuatannya meninggalkan makan dan minum (puasa), (HR. Bukhori)," jelasnya.
Dia menegaskan, idealnya di bulan Ramadan ini kita harus lebih banyak membaca Al-Quran, mendengarkan nasehat nasehat agama, menjalin silaturrahim, dan lain sebagainya.
Bukan malah menghabiskan waktu untuk bermain gadget dan media sosial yang tidak berfaedah.
"Rasulullah sudah mengingatkan kepada kita, betapa banyak orang yang berpuasa, namun dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya rasa lapar dan dahaga (HR. Thabrani)," terangnya.
Dia menyebut, orang-orang yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah mereka yang menyia-nyiakan waktu di bulan Ramadan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.
"Maka patutlah ini menjadi renungan bagi kita agar semakin bijak dan pandai memanfaatkan kesempatan dan waktu yang begitu istimewa telah Allah berikan kepada kita di bulan Ramadan yang mulia ini dengan meningkatkan kualitas ibadah kita sebaik-baiknya," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230327-Dosen-Agama-Islam.jpg)