Jumat, 8 Mei 2026

Berita Bangka Tengah

Punya Luas Sekitar 18 Ha, Lahan Eks PT Koba Tin Bakal Dijadikan Pusat Pendidikan Terpadu

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus berkomitmen dalam melakukan pemanfaatan serta pengelolaan aset-aset dari eks PT. Koba Tin.

Tayang:
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
Potret kawasan lahan eks PT. Koba Tin di Jalan Jenderal Sudirman Koba, Bangka Tengah yang bakal dibangun pusat pendidikan terpadu. Foto diambil Rabu (29/3/2023). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus berkomitmen dalam melakukan pemanfaatan serta pengelolaan aset-aset dari eks PT Koba Tin.

Tidak terkecuali dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong yang sudah ditinggalkan untuk menjadi tempat pembangunan berbagai macam infrastruktur.

Diantaranya adalah lahan yang berada di dekat pintu masuk reruntuhan pabrik eks PT Koba Tin di Jalan Jendral Sudirman Koba, Bangka Tengah.

Saat ini, sudah ada dua infrastruktur yang dibangun di lokasi dengan luas lahan sekitar 18 hektar tersebut.

Pertama adalah monumen Koba Tin yang dibangun oleh Yayasan IKAK (Ikatan Alumni Koba Tin) Bangka Belitung yang sampai saat ini belum kunjung rampung.

Kemudian ada juga bangunan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang dibangun oleh Pemkab Bangka Tengah dan sudah beroperasional sejak beberapa bulan terakhir.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman menyebutkan bahwa pada tahun ini pihaknya juga akan membangun perpustakaan di wilayah tersebut.

"Tahun ini juga, kita bangun perpustakaan 4 lantai," kata Algafry, Rabu (29/3/2023).

Tak hanya itu, bahkan sebelumnya pemda juga telah mempunyai wacana agar di sekitar lokasi tersebut dibangun universitas.

Namun menurut Algafry, hal tersebut masih pihaknya koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.

"Karena kewenangan universitas itu ada di Provinsi," jelasnya.

Kendati demikian, Algafry mengungkapkan bahwa pihaknya siap apabila dibangun fasilitas berupa universitas tersebut dan sudah menyampaikannya kepada Pj gubernur.

"Jadi nanti kerjasama dengan UBB (Universitas Bangka Belitung-red) dan akan dibangun satu prodi (program studi/jurusan) di sini," sambungnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan DPRD Bangka Tengah melalui komisi terkait dan telah mendapatkan respon yang baik.

"Tahap awalnya nanti kemungkinan kita butuh sekitar Rp 8 miliar untuk membangun gedung, minimal bisa untuk membantu UBB agar bisa memulai di sini," tambahnya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved