Berita Pangkalpinang
Mengintip Tradisi Membersihkan Makam Leluhur Pada Momen Ceng Beng di Pemakaman Sentosa
Sejak pagi 3Cemi (57) sibuk sekali membersihkan area pemakaman neneknya di Pemakaman Sentosa Pangkalpinang, Senin (3/4/2023).
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejak pagi 3Cemi (57) sibuk sekali membersihkan area pemakaman neneknya di Pemakaman Sentosa Pangkalpinang, Senin (3/4/2023).
Meskipun sudah ia bersihkan sejak beberapa hari lalu, masih saja ia sibuk merapikan beberapa hal untuk sembahyang di kuburan tersebut.
Aneka kue, dupa, lilin merah, mulai diletakkan dibagian depan kubur atau tempat dewa bumi.
Baca juga: Gara-gara Tatapan Sinis, Residivis Penganiayaan Ini Kembali Ditangkap Tim Buser Naga
Baca juga: Konsumsi Meningkatkan Jelang Idul Fitri 2023, Pertamina Pastikan Pasokan dan Distribusi BBM Aman
Aroma dupa semerbak tercium, kepulan asap bakar terlihat dari kejauhan.
Sebentar lagi masyarakat Tionghoa memang akan melaksanakan puncak sembahyang kubur yang jatuh pada, Rabu (5/4) nanti.
Menurut Cemi, meskipun puncak sembahyang pada 5 April nanti tapi keluarganya sudah mulai melakukan sembahyang.
"Puncaknya memang tanggal 5 nanti, tapi kami sudah mulai sembahyang. Sambil membersihkan, yang kurang-kurang ditambah lagi," sebut Cemi saat ditemui Bangkapos.com, Senin (3/4/2023) pagi.
Menurutnya, Ceng Beng yang juga dikenal Qingming oleh masyarakat Tionghoa ini sebagai bentuk menghargai dan menghormati para leluhur dengan melakukan sembahyang, dan mendoakan agar mendapat cahaya hidup bagi anggota keluarga yang masih ada.
"Qingming sebagai tanda bakti dan penghormatan sanak keluarga yang masih hidup kepada leluhur, dengan melakukan sembahyang sesuai kepercayaan tradisi orang Tionghoa," jelasnya.
Kata Cemi, biasanya pada hari puncak sembahyang nanti pihaknya akan membawa perlengkapan sembahyang seperti, ayam, daging, buah-buahan, atau makan kesukaan leluhur tersebut.
"Ada yang biasanya bawa masakan makan kesukaan gitu, tapi kalau kami biasanya hanya bawa ayam, daging, buah-buahan, aneka kue, seperti itu aja," bebernya.
Sebelum puncak pelaksanaan Cheng Beng, umumnya sanak keluarga terlebih dahulu membersihkan makam seperti, membersihkan rumput-rumput sekitar makam, mengecat makam dan sebagainya.
Senada dengan Cemi, Antoni (44) juga melakukan pemberisihan makam leluhurnya.
Kata Antoni, momen Ceng Beng biasanya memang dimaknai dengan momen kumpul bersama keluarga. Sehingga beberapa keluarga yang tinggal jauh biasanya menyempatkan diri untuk pulang dan melakukan sembahyang di kuburan.
"Tapi yang tidak punya uang buat pulang tidak ada paksaan, sembahyang juga bisa dilakukan di rumah. Tapi biasanya memang banyak yang pulang dimomen Ceng Beng ini, sanak keluarga berkumpul untuk berdoa bersama," sebut Antoni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230403-ceng-beng.jpg)