Human Interest Story
Bongkol Hidangan Khas Lebaran yang Enak dan Gurih, Sutimah Habiskan 18 Kg Ketan
Bongkol ini dibuat atau diisi ketan dicampur kelapa parut dan garam yang juga sama dengan ketupat dan lepat dibungkus dengan daun kelapa muda.
Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Selain hidangan ketupat dan lepat yang disajikan sebagai makanan pokok khas lebaran, masyarakat Kabupaten Bangka juga memiliki hidangan khas lainnya, yakni bongkol.
Bongkol ini dibuat atau diisi ketan dicampur kelapa parut dan garam yang juga sama dengan ketupat dan lepat dibungkus dengan daun kelapa muda yang diikat dengan lidi daun kelapa muda, namun memiliki bentuk yang berbeda dan khas.
Sutimah, pembuat bongkol, warga Gang 1.000 Kampung Bukit Kemujan Desa Karya Makmur Kecamatan Pemali bersama anggota keluarganya sudah cukup lama menekuni usaha pembuatan Bongkol ini dengan harga Rp2.500 per buah.
"Pada hari-hari biasa hampir setiap hari kami berjualan Bongkol di Pasar Higienis Pemali, namun saat lebaran ini menerima banyak pesanan Bongkol di rumah," kata Sutimah.
Diungkapkannya, pada hari-hari biasa bongkol yang dijual menghabiskan ketan 1-3 ketan saja, dan saat lebaran ini menghabiskan sekitar 18 kg ketan.
"Satu kilogram ketan dapat sekitar 30 buah Bongkol, untuk merebus bongkol ini dibutuhkan waktu sekitar 5 jam," ujarnya.
Diakuinya dalam usaha pembuatan bongkol ini tidak begitu banyak keuntungan yang dihasilkan, karena untuk membuatnya cukup rumit dan perlu keahlian.
"Namun jadilah untuk membantu menambah penghasilan keluarga dan tidak ada barang yang dijual, sehingga kami tetap menekuni usaha pembuatan bongkol ini," katanya.
Selain membuat bongkol, Sutimah juga menerima dan membuat ketupat dengan harga Rp4.000 per buah, juga bisa menerima pesanan lepat.
"Lebaran ini kami hanya mendapatkan pesanan ketupat sekitar 200 buah, memang yang banyak itu pesanan bongkol," tukasnya.
Sutimah dan keluarga pada hari ketiga lebaran nanti sudah membuka kembali pesanan untuk membuat bongkol ini, karena usaha ini untuk menopang ekonomi keluarganya.
Sementara itu seorang pembeli Bongkol, Tri warga Sungailiat mengaku sangat menyenangi makanan Bongkol ini, karena teksturnya lebih lembut dan gurih dibandingkan lepat yang lebih kental.
"Saat bulan Ramadan, kita sering membeli bongkol ini di Pasar Ramadan depan Stadion Orom. Rasanya enak, lembut dan gurih bahkan dimakan tanpa lauk pun juga enak dan lezat, dengan aromanya khas daun kelapanya," ujar Tri.
(Bangkapos.com/Edwardi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230421-bongkol.jpg)