Senin, 13 April 2026

Berita Pangkalpinang

Cuaca Panas Bangka Belitung Sekarang Ternyata Masih Belum Seberapa, Ini Rekor Tertingginya

Cuaca Panas Bangka Belitung Sekarang Ternyata Masih Belum Seberapa, Ini Rekor Tertingginya

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Istimewa via Tribunnews.com
Cuaca panas ekstrem melanda sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa hari ini - Cuaca Panas Bangka Belitung Sekarang Ternyata Masih Belum Seberapa, Ini Rekor Tertingginya 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Cuaca panas, utamanya saat siang hari, terasa di banyak daerah di Indonesia beberapa hari terakhir.

Tak terkecuali di Bangka Belitung.

Namun, cuaca panas Bangka Belitung beberapa hari terakhir masih belum apa-apa jika dibandingkan dengan rekor cuaca panas tertinggi yang pernah terjadi di Bangka Belitung pada 2009 loh.

Memangnya berapa?

Sekadar diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang mencatat suhu rata-rata di Bangka Belitung, khusunya Pangkalpinang dan sekitarnnya adalah 33,2 - 33,8 derajat celcius.

Itu merupakan rata-rata cuaca panas yang terasa antara 15-24 April 2023 atau dalam 10 hai terakhir.

"Tercatat pada 10 hari terakhir bulan April suhu maksimum rata-rata wilayah Pangkalpinang adalah antara 33,2 - 33,8 derajat celcius.Dengan suhu tertinggi tercatat pada tanggal 18 April yaitu 33,6 derajat celcius dan tanggal 17 April senilai 33,8 derajat," ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang Kurniaji, Selasa (25/4/2023).

Sementara itu, suhu yang tercatat pada bulan April selama 10 tahun terakhir (2013-2022) adalah antara 31,3 sampai dengan 32,4 derajat, atau naik skitar 1,1 derajat dalam kurun waktu 10 tahun.

"Namun demikian suhu yang mencapai 33,8 derajat pada tgl 17 April tersebut pun masih jauh dibandingkan dengan suhu tertinggi yang pernah trcatat di wilayah Pangkalpinang pada tanggal 22 september 2009 yaitu 35,9 derajat," katanya.

Kurniaji mengatakan cuaca panas seperti ini karena mulai memasuki masa pancaroba.

Dia menjelaskan masa pancaroba ini ditandai dengan arah pergerakan angin monsoon yang sudah semakin bervariasi akhir-akhir ini.

"Walaupun secara umum kita masih bertiup monsoon barat laut namun nanti di Juni Dasarian I diprediksi akan fixed bertiup monsoon Austalia atau Monsoon Timur Laut sebagai penanda masuknya musim kemarau," katanya.

Kedati cuaca seperti ini, belum terlalu banyak titik panas yang terdeteksi atau terjadi karena dampak dari cuaca panas.

"Untuk hotspot atau titik sepertinya belum terlalu banyak karena setiap hari masih ada hujan di hampir seluruh wilayah Babel," kata Kurniaji.

Menyikapi kondisi cuaca panas ini, BMKG menghimbau agar masyarakat perlu untuk memperhatikan beberapa hal.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved