Sabtu, 25 April 2026

Kisah Mahasiswa Bangka Belitung Terjebak di Perang Sudan, Terkurung 12 Hari di Kontrakan

Mahasiswa Bangka Belitung terjebak di tengah kecamuk perang Sudan dan terkurung 12 hari di kontrakannya.

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Gibran Ibastanta mahasiswa asal Bangka Belitung yang terdampak perang di Sudan, tiba di pintu kedatangan bandara Depati Amir, Selasa (2/5/2023) sore, memeluk erat ibu dan ayahnya, tangis Gibran pun pecah dalam pelukan tersebut. Kisah Mahasiswa Bangka Belitung Terjebak di Perang Sudan, Terkurung 12 Hari di Kontrakan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Terjebak di sebuah perang dengan desingan peluru, ledakan bom dan rudal mungkin tak pernah ada dalam benak mahasiswa Bangka Belitung, Gibran Ibastanta.

Mahasiswa Bangka Belitung itu terjebak di tengah kecamuk perang Sudan dan terkurung 12 hari di kontrakannya.

Gibran akhirnya berhasil keluar dan pulang ke Bangka.

Ia tiba di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Selasa (2/5/2023) sore.

Momen mengharukan begitu terasa begitu Gibran tiba dan bertemu dengan kedua orangtuanya yang telah menunggu di bandara.

Tangis Sumarno pecah saat Gibran melepaskan troli yang berisikan barang-barang untuk kemudian mencium tangannya.

Berulang kali Sumarno mengusap air matanya.

Sumarno mengaku khawatir sejak mengetahui ada perang saudara di tempat anaknya menempuh pendidikan tinggi tersebut.

Berhari-hari ia hanya bisa menyaksikan situasi terkini melalui siaran televisi sambil terus berkomunikasi dengan Gibran.

Pernah suatu ketika komunikasi terputus karena pemadaman listrik di Sudan dan praktis itu membuat Sumarno semakin risau.

"Alhamdulillah sekali, anak saya akhirnya bisa kembali. Sebelumnya komunikasi tetap jalan terus saya minta kasi kabar terus memang. Selaku orangtua khawatir sudah pasti tapi kami hanya bisa berdoa yang terbaik," ujar Sumarno.

"kami bersyukur. Alhamdulillah anak kami sehat, bisa kembali dengan selamat," tuturnya.

Meski membuatnya khawatir, ia tetap mengizinkan Gibran kembali ke Sudan untuk melanjutkan pendidikannya.

"Kalau situasi sudah aman pasti kami izinkan balik lagi, untuk menuntaskan pendidikannya. Untuk saat ini kami bersama dulu di Tempilang, berdiskusi seperti apa baiknya," terangnya.

Ucapan syukur juga diungkapkan Gibran.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved