Kopi Ale Hadirkan Sensasi Ngopi Berbeda, Usung Tema Semi Tradisional-Modern
Berdiri sejak tahun 2019, kedai Kopi Ale mengusung tema yang cukup unik. Yakni berada di tengah-tengah antara semi tradisional dan modern.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pelbagai toko dan kedai kopi tahun-tahun belakangan ini bercokol hampir di berbagai daerah di Indonesia, tak terkecuali di Kota Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung.
Bahkan mampir dari satu kedai, lalu jalan kaki berselang beberapa meter saja, boleh jadi Anda akan menemukan kedai kopi lainnya.
Begitu banyak kafe menawarkan pelbagai racikan kopi. Si biji hitam ini memang jadi salah satu komoditas unggulan.
Bukan saja di dalam negeri melainkan juga diekspor ke luar negeri.
Namun beberapa kedai kopi berumur panjang dan bertahan dari tahun ke tahun.
Soal riwayat kopi ini, Pangkalpinang juga punya cerita.
Sama halnya dengan Kedai Kopi Ale yang beralamatkan di Jalan Stania, Kelurahan Taman Bunga, Kecamatan Taman Sari.
Minimalis, adalah kesan pertama yang muncul saat mengunjungi Kopi Ale. Pasalnya kedai ini menempati sebuah rumah toko (Ruko).
Berdiri sejak tahun 2019, kedai kopi ini mengusung tema yang cukup unik. Yakni berada di tengah-tengah antara semi tradisional dan modern.
Sehingga semua kalangan bisa menikmati sajian kopi di tempat tersebut. Dengan tagline yang diusung yakni ‘Konsentrasi Pikiran’.
Dengan segmen pasar Kopi Ale sendiri cocok untuk semua kalangan. Mulai dari 25 – 50 tahun, ini sesuai pangsa pasar yang diambil.
“Jadi untuk ke semi coffee shop belum bisa masuk, tapi kalau ke tradisional seperti Kopitiam sudah lewat. Kopi Ale ada di tengah-tengah,” ujar Pemilik Kopi Ale, Tomi Primanda kepada Bangkapos.com, Sabtu (6/5/2023).
Menyoal nama warung kata pria 31 tahun ini memaparkan, pelabelan Ale sendiri tak lepas dari latar belakang didirikannya kedai kopi ini. Ale sendiri diambil dari panggilan ayah Tomi, yakni Toleh yang juga seorang ahli gigi.
Panggilan itu kerap diberikan oleh kalangan pedagang di pasar sampai ke Belinyu, Kabupaten Bangka.
Sehingga panggilan itu menjadi inspirasi untuk penamaan Kedai Kopi Ale. Selain mudah diingat, nama tersebut juga memiliki segmen sejarah bagi Tomi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230506_Kedai-Kopi-Ale-01.jpg)