Selasa, 5 Mei 2026

Berita Sungailiat

Pemkab Bangka Terus Gencar Tangani Penurunan Kasus Stunting

Ditargetkan kasus stunting di Indonesia harus menurun hingga 14 persen pada tahun 2024 mendatang

Tayang:
Penulis: edwardi | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Bangkapos.com/Edwardi
Pemkab Bangka melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka kembali melakukan Audit Kasus Stunting (Diseminasi) Kabupaten Bangka Tahun 2023 di Hotel Novilla Sungailiat, Rabu (10/05/2023) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemkab Bangka melalui  Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka kembali melakukan Audit Kasus Stunting (Diseminasi) Kabupaten Bangka Tahun 2023 di Hotel Novilla Sungailiat, Rabu (10/05/2023).

Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Bangka, Syahbudin dihadiri perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beserta tim, Ketua Satgas Stunting Provinsi Babel, para pejabat terkait, para camat, para kepala puskesmas, para kades lokus stunting, perwakilan OPD terkait, kader posyandu dan undangan lainnya.

Wakil Bupati Bangka, Syahbudin mengatakan kegiatan ini untuk mengidentifikasi adanya kasus stunting di daerah dan selanjutnya dilakukan analisis terhadap kasus stunting

"Sekarang ini banyak dari kita ini merasa kurang tinggi karena adanya kasus stunting. Sekarang ini karena gizi, pola asuh dan lainnya sehingga sangat menentukan ada tidaknya kasus stunting," kata Syahbudin. 

Diakuinya, secara geopolitik, Indonesia ketinggalan dengan negara tetangga sebelah. Para warga negara tetangga sekarang ini mempunyai perawakan tubuh yang tinggi dan kualitas sumber daya manusia juga tinggi.

"Jika melihat sumber daya alam Kabupaten Bangka ini sangat melimpah dan menjadi salah satu sumber alam yang secara umum masyarakatnya tidak boleh mengalami stunting. Untuk itu, perlu peningkatan program dan sinergitas antar program dalam mengatasinya," ujar Syahbudin.

Diakuinya, kasus stunting menjadi isu nasional, agar angkanya cepat turun kasus stunting ini dapat diatasi bersama. 

"Ditargetkan kasus stunting di Indonesia harus menurun hingga 14 persen pada tahun 2024 mendatang," tukasnya.

Melalui kegiatan audit ini diharapkan kasus stunting dapat menurun dengan cara kolaborasi dengan semua pihak, sehingga penurunan stunting lebih cepat serta tidak mengandalkan pemerintah saja.

Sementara itu Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bangka, Nurita mengatakan perkembangan angka stunting di Kabupaten Bangka trennya terus menurun.

"Tahun 2022 lalu ada 11 desa lokus stunting dan tahun 2023 ini turun menjadi 10 desa lokus stunting di empat kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka," kata Nurita.

Diharapkannya, kepada para camat bisa terus memantau dan membantu penanganan di desa-desa yang menjadi lokus stunting di wilayahnya.

"Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder terkait dalam penanganan stunting ini sudah bekerja luar biasa dalam membantu pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Bangka ini," ujar Nurita.

Diungkapkannya, tumbuh kembang anak ini harus benar-benar diperhatikan mulai dari masa kehamilan, kelahiran hingga usia 5 tahun.

"Anak-anak di sini bila sudah berusia 9 bulan dan sudah divaksin lengkap, masih banyak orangtua yang sudah malas datang ke posyandu untuk menimbang berat anak tersebut, padahal dalam IKS itu anak-anak harus rutin ditimbang di posyandu hingga usia 5 tahun. Jadi kami harapkan seluruh stakeholder bisa membantu mengingatkan dan mengimbau para orangtua untuk rutin menimbang berat anaknya," harap Nurita.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved