Berita Pangkalpinang

Tekan Tren Bibir dan Langit Sumbing, RSUD Depati Hamzah dan Alumni FK UNSRI Gelar Operasi Gratis

RSUD) Depati Hamzah, Kota Pangkalpinang bersama alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK UNSRI cabang Provinsi Bangka Belitung bakal mengg

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Direktur RSUD Depati Hamzah, dr Della Rianadita. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah, Kota Pangkalpinang bersama alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK UNSRI) cabang Provinsi Bangka Belitung bakal menggelar kegiatan bakti sosial.

Kegiatan sosial itu berupa operasi gratis bibir dan langit mulut sumbing.

Direktur RSUD Depati Hamzah, dr Della Rianadita mengatakan, kegiatan bakti sosial itu dilakukan dengan tujuan memberikan lebih banyak senyuman di wajah masyarakat.

Baca juga: Tingkat Pariwisata di Negeri Laskar Pelangi, Pemkab Belitung Bangun Food Court Senilai Rp 10 Miliar

Baca juga: Nama Mentok Resmi Digunakan, Pemkab Bangka Barat Sahkan Perubahan Nama di Paripurna DPRD

Sekaligus wujud kepedulian pihak rumah sakit kepada terhadap masyarakat yang menjadi pelanggan selama ini, sehingga kehadiran RSUD Depati Hamzah dapat dirasakan oleh warga Pangkalpinang.

“RSUD Depati Hamzah bergabung dalam kegiatan amal ini  merupakan suatu bentuk kepedulian dan bakti kami terhadap masyarakat. Baik masyarakat Kota Pangkalpinang maupun seluruh masyarakat Bangka Belitung yang telah menjadi pelanggan RSUD Depati Hamzah,” kata Della kepada Bangkapos.com, Jumat (19/5/2023).

Menurutnya, kegiatan operasi gratis bibir dan langit mulut sumbing bakal digelar pada tanggal 10 Juni 2023 mendatang.

Bakti sosial ini ditujukan untuk masyarakat umum yang kurang mampu, tanpa dipungut biaya apa pun.

Bahkan pihaknya tidak membatasi untuk jumlah masyarakat yang ingin melakukan operasi.

Tak hanya itu, para peserta operasi tersebut juga dibolehkan dari mana saja.

Baik dari dalam kota maupun luar Kota Pangkalpinang.

Paling penting dapat menjangkau RSUD Depati Hamzah.

Untuk jenis operasi yang dilayani yakni perbaikan operasi yang belum memuaskan.

Lalu, perbaikan celah bibir, perbaikan celah langit-langit mulut, perbaikan hidung miring serta perbaikan celah gusi.

“Syarat peserta kami utamakan untuk peserta yang kurang mampu. Namun pada umumnya kami membuka seluruh peluang bagi pasien-pasien untuk terdiagnosis bibir sumbing ataupun langit mulut sumbing,” jelas Della.

Di samping itu lanjut dia, untuk kasus bibir sumbing di Pangkalpinang berdasarkan data yang ada trennya sudah mulai menurun.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved