Sabtu, 9 Mei 2026

Tribunners

Praktik Mengajar Vs Administrasi Guru di Kurikulum Merdeka

Penting untuk diingat bahwa mengutamakan praktik mengajar dalam Kurikulum Merdeka tidak berarti mengabaikan kewajiban administrasi guru

Tayang:
Editor: suhendri
ISTIMEWA
Syahrial, S.T. - Guru Ahli Madya di SMAN 1 Damar 

Oleh: Syahrial, S.T. - Guru Ahli Madya di SMAN 1 Damar

"Praktik mengajar yang berfokus pada siswa adalah kunci untuk menghidupkan potensi belajar mereka."

ESENSI dari Kurikulum Merdeka bagi guru adalah memberikan kebebasan dan otonomi kepada guru dalam merancang dan mengembangkan proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan konteks siswa mereka. Dalam Kurikulum Merdeka, guru memiliki peran yang lebih aktif dalam menentukan tujuan pembelajaran, memilih materi pembelajaran, dan menentukan metode yang paling efektif untuk mengajar.

Kurikulum Merdeka mengakui bahwa setiap kelas memiliki siswa yang unik dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar yang berbeda-beda. Oleh karena itu, guru dapat menggunakan pengetahuan dan pengalaman mereka untuk mengadaptasi kurikulum secara lebih fleksibel. Guru dapat menyesuaikan kurikulum dengan realitas lokal, memperhatikan budaya, nilai-nilai, dan kebutuhan masyarakat di sekitar mereka. Dengan demikian, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan bermakna bagi siswa.

Kurikulum Merdeka juga mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Guru dapat mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait dengan pembelajaran, memberikan ruang bagi siswa untuk mengemukakan pendapat, dan merancang tugas-tugas yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan dan minat mereka sendiri. Dengan memberikan kebebasan kepada guru, Kurikulum Merdeka juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk menjadi lebih mandiri dan terlibat dalam pembelajaran.

Selain itu, Kurikulum Merdeka juga memungkinkan guru untuk mengintegrasikan konten pembelajaran dengan konteks dunia nyata. Guru dapat mengaitkan pembelajaran dengan masalah-masalah aktual dan global sehingga siswa dapat melihat relevansi dan aplikasi praktis dari apa yang mereka pelajari di dalam kelas. Hal ini membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam dan keterampilan yang dapat mereka terapkan di kehidupan sehari-hari.

Dalam Kurikulum Merdeka, kewajiban administrasi guru tetap ada. Kewajiban administrasi guru dalam konteks Kurikulum Merdeka mencakup beberapa hal berikut:

1. Pengelolaan data siswa
Guru tetap bertanggung jawab untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengelola data siswa terkait dengan pembelajaran mereka. Data ini meliputi catatan kehadiran, penilaian, perkembangan akademik, dan sebagainya. Meskipun guru memiliki kebebasan dalam memilih metode dan pendekatan pembelajaran, tetap penting untuk memantau perkembangan siswa secara individual dan melacak kemajuan mereka.

2. Penilaian dan pelaporan
Guru tetap memiliki tanggung jawab untuk mengevaluasi kemajuan siswa dan memberikan umpan balik yang konstruktif. Mereka perlu mengembangkan dan menerapkan alat evaluasi yang sesuai untuk mengukur pemahaman siswa dan pencapaian tujuan pembelajaran. Selain itu, guru juga harus menyusun laporan kemajuan siswa dan berkomunikasi dengan orang tua atau wali murid secara teratur.

3. Administrasi kelas
Guru tetap perlu mengatur jadwal pelajaran, menyusun rencana pembelajaran, dan mengelola kegiatan kelas sehari-hari. Mereka harus mengorganisasi sumber daya pembelajaran, mempersiapkan materi ajar, dan menjaga disiplin kelas. Meskipun guru memiliki kebebasan dalam memilih metode dan pendekatan pembelajaran, tetap penting untuk menjaga kerapian dan efisiensi dalam menjalankan administrasi kelas.

4. Kolaborasi dengan rekan guru dan staf sekolah
Meskipun memiliki kebebasan dalam pengembangan kurikulum, guru dalam Kurikulum Merdeka juga perlu berkolaborasi dengan rekan guru dan staf sekolah. Mereka perlu berpartisipasi dalam rapat tim pengajar, berbagi pengalaman dan praktik terbaik, serta berkoordinasi dalam hal administrasi sekolah secara umum.

Penting bagi guru untuk memprioritaskan praktik mengajar dalam implementasi Kurikulum Merdeka, karena hal ini dapat menghasilkan dampak yang lebih signifikan pada pembelajaran siswa. Administrasi tetap merupakan bagian penting dalam tugas seorang guru, namun dengan mengoptimalkan waktu dan sumber daya yang dimiliki, guru dapat memberikan lebih banyak perhatian pada interaksi dan kualitas pengajaran di dalam kelas. Guru dapat merancang aktivitas yang mendorong diskusi, kolaborasi, dan pemecahan masalah sehingga siswa aktif terlibat dalam proses pembelajaran.

Ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan guru untuk menyiasati kewajiban administrasinya sebagai guru.

1. Rencana pembelajaran yang fleksibel
Guru dapat merancang rencana pembelajaran yang fleksibel, mengakomodasi minat dan kebutuhan siswa serta konteks lokal. Dengan memprioritaskan praktik mengajar, guru dapat menyusun rencana yang memungkinkan eksplorasi, diskusi, kolaborasi, dan kegiatan praktis yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.

2. Pembelajaran berbasis proyek
Guru dapat memilih pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan siswa untuk terlibat dalam tugas-tugas yang lebih praktis dan autentik. Dalam hal ini, guru dapat mengarahkan siswa untuk mengembangkan proyek-proyek yang relevan dengan kehidupan nyata atau tantangan dalam masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka pelajari, sedangkan guru fokus pada memfasilitasi dan membimbing proses pembelajaran.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved