Berita Bangka Pos Hari Ini
Surya Paloh Beri Sinyal Ingin Bertemu Ketum PDI Perjuangan
Keinginan pertemuan itu disiratkan Surya Paloh saat ditemui Bangka Pos usai acara peresmian Gedung DPW Partai Nasdem Bangka Belitung
BANGKAPOS.COM - Partai NasDem sudah mengusung Anies Baswedan sebagai Bakal Calon Presiden di Pemilu 2024. Begitu juga dengan PDI Perjuangan yang mengusung Ganjar Pranowo.
Meski begitu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh masih menyiratkan keinginannya bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Sayang, Surya Paloh tidak menjelaskan maksud dan tujuannya bertemu Megawati.
Keinginan pertemuan itu disiratkan Surya Paloh saat ditemui Bangka Pos usai acara peresmian Gedung DPW Partai Nasdem Bangka Belitung, Senin (22/5). Kegiatan peresmian itu turut dihadiri Bacapres Anies Baswedan.
“Nanti kita atur,” kata Surya Paloh saat disinggung rencananya bertemu Megawati.
Surya Paloh kemudian berjalan menuju mobilnya untuk melanjutkan rangkaian kegiatannya bersama rombongan di Bangka Belitung. Adapun wacana pertemuan antara Surya Paloh dengan Megawati pertama kali diungkap oleh Surya usai mengunjungi jajaran elite Partai Golkar, awal Februari 2023 kemarin.
Surya mengaku ingin bertemu dengan Megawati meski belum mengatur waktu pertemuan itu. Katanya, dia ingin lebih dulu melihat sikap Mega sambil melempar “kode”.
“Saya pikir keinginan untuk itu sih ada saja. Tinggal atur saja. Kita kasih kode-kode dulu. Barangkali bagaimana, kapan Bu Mega ada waktu yang baik?” kata Surya di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (1/2) lalu dikutip dari kompas.com.
Surya saat itu berharap, keinginannya tersebut dapat disambut baik oleh Megawati.
“Mudah-mudahan suasana kebatinannya sama, harapan penerimaan sama. Jadi jelas, (niat) ada. Itu intinya,” ujar dia.
Bertepuk sebelah tangan
Namun keinginan Surya Paloh bertemu Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri tampaknya bertepuk sebelah tangan. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengisyaratkan bahwa Mega enggan bertemu dengan Surya jika pertemuan itu bermaksud membahas tentang calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilu 2024.
Hasto menyinggung soal adanya perbedaan antara partainya dengan NasDem terkait pencapresan.
“Kalau dialog dalam rangka kepentingan bangsa dan negara, PDI Perjuangan selalu welcome. Kalau dialog
dalam konteks caprescawapres, sepertinya ada perbedaan,” ujar Hasto kepada wartawan ditemui di
Lebak, Banten, Minggu (19/2) dilansir dari Kompas.com.
Hasto lantas mengungkit soal mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kerap dicitrakan sebagai tokoh
yang bertolak belakang dengan Presiden Joko Widodo. Dalam hal ini, Anies merupakan bakal capres Partai NasDem. Sementara, Presiden Jokowi adalah kader PDI-P.
“Apalagi Pak Anies berulang kali disebut antitesa dari Pak Jokowi sehingga pasti berbeda,” ujar Hasto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230523-Bangka-Pos-Hari-Ini-Selasa.jpg)