Tribunners
Sekolah Terbaik untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Memilih sekolah anak berkebutuhan khusus memang tidak mudah, mengingat kondisi ABK yang istimewa.
Oleh: Tri Purwanto, S.Pd. - Guru SLB Negeri Pangkalpinang
PENDIDIKAN adalah tempat untuk membentuk citra baik dalam diri manusia agar berkembang seluruh potensi dirinya. Pengertian Pendidikan menurut (UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003) adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Pendidikan pada dasarnya adalah sebuah proses transformasi pengetahuan menuju ke arah perbaikan, penguatan, dan penyempurnaan semua potensi manusia. Oleh karena itu, pendidikan tidak mengenal ruang dan waktu, tidak dibatasi tebalnya tembok sekolah dan sempitnya waktu belajar di kelas. Pendidikan berlangsung sepanjang hayat dan bisa dilakukan di mana saja, kapan saja ketika manusia mampu melakukan proses pendidikan (life long education).
Dengan demikian, orang tua yang mempunyai anak normal, mereka tidak akan pusing untuk menentukan sekolah apa dan di mana untuk anaknya, karena banyak pilihan sekolah. Tetapi, berbeda jika orang tua yang dianugerahi anak berkebutuhan khusus (ABK). Pasti perasaan bingung, sedih, pusing akan menghantuinya. Bingung bagaimana cara mengatasinya, bagaimana pendidikannya dan membayangkan bagaimana masa depan anak setelah dewasa. Tentu itu akan membuat keluarga butuh konseling untuk pencerahan pikiran dan menemukan solusi terbaik.
Di balik takdir ini, sebenarnya orang tua dari semua anak berkebutuhan khusus adalah orang tua pilihan Allah SWT. Kenapa? Karena mereka diamanahi malaikat berwujud anak berkebutuhan khusus yang insyaallah kelak akan menggandeng kedua orang tuanya menuju surga.
Anak berkebutuhan khusus (ABK) juga memiliki hak mendapatkan pendidikan. Tertuang pada UUD 1945 Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Pasal ini mengamanatkan bahwa semua warga negara, termasuk anak-anak yang memiliki keterbatasan atau yang berada dalam kondisi kurang beruntung, berhak mendapatkan pendidikan, terutama pendidikan sekolah dasar. Sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 5 ayat (2) yang berbunyi "Warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus".
Pemerintah telah memfasilitasi pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dengan lembaga pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Pemerintah menyediakan satuan pendidikan khusus bagi peserta didik berkelainan, baik jenjang pendidikan dasar maupun pendidikan menengah. Seperti dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Penyelenggaraan Pendidikan Pasal 133. Dalam hal ini, anak berkebutuhan khusus mempunyai tiga pilihan sekolah, yaitu sekolah reguler, sekolah luar biasa, dan sekolah inklusif.
Beberapa orang tua anak berkebutuhan khusus ingin anaknya tetap belajar di sekolah umum dengan alasan agar anak tetap mendapatkan pendidikan yang sama dan bisa bersosialisasi dengan anak lain. Menurut Psikolog Klinis Anak & Remaja Ruang Tumbuh (@ruangtumbuh.id), Selly, pertama-tama orang tua ABK perlu mengetahui kondisi anaknya. "Apabila kondisi anaknya middle-moderate mungkin masih bisa diarahkan dan mengikuti pendidikan di sekolah umum/ sekolah inklusi, ada guru pendamping (shadow teacher) yang akan membantu."
Sementara itu, jika kondisinya cenderung sedang/berat, maka anak agak sulit mengikuti pendidikan di sekolah umum/sekolah inklusif. Jadi secara garis besar pertimbangan menyekolahkan anak berkebutuhan khusus terutama di level sekolah dasar adalah berdasarkan beberapa hal berikut:
1). Apabila kekhususan anak masuk kategori level ringan, anak masih mampu bersosialisasi, anak tidak mengalami hambatan berbicara dan memahami pembicaraan, IQ anak di atas 90 dan tidak mengalami gangguan emosional, anak masuk di sekolah umum/sekolah inklusif (tentu dengan meminta perhatian khusus oleh guru kelas dan guru pendamping). Untuk sore harinya, orang tua harus membawanya ke tempat bimbingan/ke tempat terapi yang dibutuhkan anak.
2). Apabila kekhususan anak di level sedang atau berat, IQ di bawah 90, dan mengalami gangguan emosi/sosial yang berat, sebaiknya ABK ini masuk di sekolah luar biasa (SLB). Dengan demikian, anak akan diintervensi secara khusus dan penuh perhatian oleh guru yang berlatar belakang pendidikan khusus. Guru tersebut sudah dibekali bagaimana cara mendidik anak-anak berkebutuhan khusus.
Tips Mencari Sekolah ABK
Kebanyakan orang tua mungkin akan bingung mencari sekolah anak berkebutuhan khusus (ABK) karena kondisi mereka yang berbeda-beda. Pilihan yang sering dilakukan orang tua saat ini adalah dengan menyekolahkan mereka ke SLB (sekolah luar biasa) bersama teman-teman ABK lainnya. Padahal, tidak semua ABK harus bersekolah di SLB karena banyak ABK yang masih pada level ringan dan masih memiliki kelebihan sehingga mereka bisa belajar dan bergaul dengan teman-temannya yang bukan ABK.
Beberapa ABK hanya mengalami keterbatasan kondisi fisik, IQ di atas 90, bahkan ada yang jenius, berbakat, emosi mereka stabil, serta bisa dilatih. Nah, jika demikian kondisinya, orang tua harus mempertimbangkan untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah umum/inklusi. Namun, perlu diperhatikan dan diketahui orang tua bahwa tidak semua sekolah umum bisa menerima ABK. Maka pilihan paling tepat yang bisa diambil orang tua adalah menyekolahkan anak berkebutuhan khusus (ABK) level ringan di sekolah inklusi.
Anak berkebutuhan khusus seharusnya memiliki kesempatan yang sama dengan teman-teman lainnya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Selain itu, interaksi dengan dunia luar juga sangat diperlukan untuk membuat mereka tetap berkembang dan berpikir positif. Anak dengan disabilitas (AdD) yang bisa belajar di sekolah inklusi meliputi tunanetra, tunarungu, tunawicara, tunadaksa, lamban belajar, disleksia, ADHD, dan lain-lain. Dalam mencari dan memilih sekolah anak berkebutuhan khusus, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230525_Tri-Purwanto-Guru-SLB-Negeri-Pangkalpinang.jpg)