Berita Bangka Barat
SMK Muhammadiyah Mentok Bangka Belajar Pariwisata Perhotelan di Singapura
Acara yang diinisiasi oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah bekerjasama dengan Temasek Foundation dan Nanyang Polytehcnic International
Penulis: Yuranda | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA - SMK Muhammadiyah Mentok terpilih menjadi peserta Pelatihan STEM batch 3 dan Digitalisasi di Nanyang Polytechnic International di Singapura.
Kegiatan itu berlangsung pada 22-26 Mei 2023 lalu. Acara yang diinisiasi oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah bekerjasama dengan Temasek Foundation dan Nanyang Polytehcnic International.
Kepala Jurusan Perhotelan, SMK Swasta Muhammadiyah Mentok, Adithya Isnaeni mengatakan program ini merupakan kelanjutan yang sebelumnya diikuti oleh kepala sekolah.
Kedatangan dirinya ke negara Singapura berperan aktif sebagai peserta. Kesempatan ini tak disia-siakan untuk mendapatkan wawasan dari Nanyang Polytehcnic School of Health & Social Sciences (NYP SHSS).
"Di saat kunjungan terlihat para siswa sedang diajarkan teknik membuat makanan bahan olahan menjadi produk. Seragam yang digunakan seperti celemek sudah dimiliki oleh SMK Muhammadiyah Mentok Bangka," ujar Adithya Isnaeni kepada Bangkapos.com, Senin (5/6/2023).
Kata dia, saat itu topi koki (hat cook-red) yang dipakai di kepala mahasiswa dan dosennya sangat unik. Keunikan ini akan diadopsi untuk diterapkan di SMK Muhammadiyah Mentok Bangka.
Tujuan SMK Muhammadiyah ke Nanyang Polytechnic International di Singapura adalah kunjungan nyata di mana sebelumnya sekolah ini sudah melakukan pembelajaran offline selama kurang lebih 5 hari pada tanggal 13-17 Febuari 2023, melalui zoom.
Menurutnya, materi disampaikan oleh lecture dari NYPi pada bagian lain, dipelajari oleh Adithya Isnaeni seperti pola Teaching Factory dengan business name nya L’REZ.
"Teaching factory concept yaitu pembelajaran berbasis produksi/Jasa yang mengacu pada standard dan prosedur yang berlaku di Industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industry," ungkapnya.
"Seluruh operasional kegiatan itu dikelola oleh mahasiswa. Licence number dari Singapore Food Agency dipajang dengan indah. Terpasang pula bel yang sangat antik dan unik," tambahnya.
Adithya Isnaeni berharap setelah kegiatan ini, SMK Muhammadiyah Mentok dapat menerapkan pembelajaran berbasis STEM dan digitalization, Dapat menerapkan teaching factory concept di sekolah tersebut.
"Alhamdulillahnya, RPS Perhotelan SMK Muhammadiyah sudah menjalin kerjasama dengan Disparbud Bangka Barat dan terdaftar sebagai salah satu Homestay atau Penginapan yang ada di Bangka Barat," sebutnya.
Kedepannya juga ingin mengadopsi seperti di NYP yaitu memiliki teaching factory di bidang F&B produk, siswa dapat membuat produk makanan atau minuman yang bisa di pasarkan dengan brand SMK Muhammadiyah.
"Kesan yang diperoleh oleh dalam program Belajar Pariwisata Perhotelan di Singapura bersyukur karena Nanyang Polythecnic merupakan salah satu kampus terbaik yang berlokasi di 180 Ang Mo Kio Avenue 8 Singapore," ucapnya.
(Bangkapos.com/Yuranda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230605-Kepala-Jurusan-Perhotelan.jpg)