Arab Saudi
Cuaca Panas di Arab Saudi Capai 44 Derajat Celcius,Jemaah Haji Indonesia Tumbang dan Dirujuk ke RSAS
Cuaca panas membuat sejumlah jemaah mesti menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.
BANGKAPOS.COM, MAKKAH - Cuaca panas membuat sejumlah jemaah mesti menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.
Di antara mereka, ada jemaah yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
Hal ini dikemukakan Kasie Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah, dr. Ardjuna kepada Tribunnews di Makkah, Arab Saudi, Rabu (7/6/2023) kemarin.
"Sampai kini kurang lebih KKHI Makkah, ada beberapa jemaah perlu perawatan lebih lanjut, ada membutuhkan perawatan, petugas di sektor merujuk ke KKHI atau RSAS," kata dr. Ardjuna kepada Tribunnews di Makkah, Arab Saudi, Rabu (7/6/2023).
Ia pun menjelaskan bahwa cuaca panas yang mencapai 44 derajat Celcius pada hari ini dapat mempengaruhi kondisi kesehatan para jemaah.
Terlebih di antara jemaah ada yang memiliki kondisi penyakit penyerta atau komorbid.
"Situasi terkait cuaca tinggi, siang ini 44 derajat Celcius, ini akan berpengaruh ke jemaah sendiri. Ada beberapa kondisi, faktor komorbid, paru, hipertensi dan diabetes," jelas dr. Ardjuna.
Kendati demikian, ia dan timnya siap untuk memberikan layanan kesehatan yang maksimal kepada para jemaah Haji pada musim Haji 1444 Hijriah/2023 Masehi.
"Kami di KKHI siap memberikan pelayanan terbaik pada jemaah," tegas dr. Ardjuna.
Sebelumnya diberitakan, jemaah haji di Madinah dihadapkan pada cuaca sangat panas yang diselingi hujan.
Kondisi ini memengaruhi fisik jemaah khususnya jemaah lanjut usia atau lansia.
"Misalnya panas dehidrasi kalau kurang minum lebih cepat merasa lelah inilah yang menjadi pemicu timbulnya penyakit-penyakit yang macam-macam," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Liliek Marhaendro Susilo dalam konferensi pers virtual, Senin (5/6/2023).
Pihaknya pun banyak mempromosikan kepada jemaah agar mereka jangan sampai kelelahan.
Memperbanyak konsumsi air, beristirahat dengan cukup, serta menghindari aktivitas yang tidak perlu seperti jalan-jalan dan berbelanja.
"Jangan banyak jalan-jalan lah belanja lah hal ini yang kelelahan ini yang nanti menimbulkan munculnya penyakit-penyakit yang tadinya tidak kelihatan," tutur Liliek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230425-cuaca-panas-ekstrem.jpg)