Berita Bangka Tengah
Antisipasi Penyakit LSD Pada Sapi, Peternak di Bangka Tengah Akui Lebih Tertib, Waspada dan Selektif
Paling kita sesama peternak mengimbau untuk tertib dalam menjalankan usaha. Misalnya dengan melapor ke dinas terkait
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Munculnya penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang sapi membuat para peternak dan pengusaha sapi di Bangka Tengah lebih waspada.
Pasalnya, diketahui bahwa saat ini ini sudah ada 25 sapi di Bangka Tengah yang terjangkit penyakit akibat infeksi virus tersebut.
Apri, salah seorang peternak dan pengusaha sapi di Bangka Tengah mengaku lebih waspada dan selektif.
Kata dia, sebetulnya penyakit LSD memang sudah lebih dulu muncul dari pada virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Paling kita sesama peternak mengimbau untuk tertib dalam menjalankan usaha. Misalnya dengan melapor ke dinas terkait,” ujarnya. Kemudian melapor juga ke pihak-pihak terkait lainnya, lalu melakukan karantina untuk sapi-sapi yang berasal dari luar Pulau Bangka.
Dengan begitu, maka bisa termonitor dan bisa diketahui sejak dini apakah sapi tersebut bermasalah atau tidak.
“Jadi kalau kita mendatangkan sapi dari luar, misalnya kayak saya itu dari Lampung, itu kan diuji dulu,” jelasnya.
Oleh karena itu, jika memang ditemukan ada sampel yang tidak layak untuk diberangkatkan ke luar, maka tidak usah dipaksakan.
Lanjut dia, jika memang menggunakan jalur yang resmi dan sesuai prosedur, InsyahAllah semuanya akan aman dan terkendali.
“Saya mengajak sesama peternak, sesama pedagang sapi untuk menggunakan jalur yang resmi dan melapor secara tertib,” ungkapnya.
Diakuinya, dengan adanya penyakit LSD ini, pihaknya menjadi lebih tertib, waspada dan selektif dalam mendatangkan sapi dari luar Pulau Bangka.
Kemudian, pelabuhan pengirimannya pun harus dari pelabuhan yang resmi, misalnya dari Pelabuhan Tanjung Api-Api Palembang ke Pelabuhan Muntok.
“Untuk dari Pelabuhan Muntok ke kandang juga kalau bisa dikawal oleh orang dari balai karantina,” tuturnya.
Lebih lanjut, sebagai peternak, dirinya melihat bahwa Dinas Pertanian dan Ketahanan Bangka Tengah sudah cukup aktif untuk memberikan penyuluhan kepada para pelaku usaha maupun peternak sapi.
“Dokter hewan kita di Bangka Tengah di setiap kecamatan juga ada dan mereka juga cukup tangguh,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/09062023sapii.jpg)