Arti Yarhamukallah, Adab Ketika Mendengar Orang Bersin Mengucapkan Alhamdulillah
Nabi berkata, ”Jika seorang dari kamu bersin, dia harus mengucapkan “Alhamdulillah” (Segala puji bagi Allah), dan saudaranya (sesama muslim) harus...
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Fitri Wahyuni
BANGKAPOS.COM -- Saat bersin, seorang muslim diperintahkan untuk mengucapkan hamdalah atau alhamdulillah.
Sementara orang yang mendengarkan orang lain bersin tersebut, diharuskan mengucapkan yarhamukallah.
Dalam bahasa Indonesia, Yarhamukallah atau يَرْحَمُكَ اللهُ memiliki arti, 'Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu,'.
Sedangkan arti Yahdikumullah sendiri berartikan 'Semoga Allah memberikan petunjuk'.
Kedua ucapan ini disebutkan dalam H.R Bukhari yang dikisahkan oleh Abu Hurairah ketika Nabi Muhammad S.A.W bersabda:
Nabi berkata, ”Jika seorang dari kamu bersin, dia harus mengucapkan “Alhamdulillah” (Segala puji bagi Allah), dan saudaranya (sesama muslim) harus mengatakan kepadanya “Yarhamukallah“ (Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu) dan kemudian dibalas lagi “Yahdikumullah wa Yuslih balakum” (Semoga Allah memberikan petunjuk dan memperbaiki kondisimu)” (HR. Bukhari, 5827).
Baca juga: Arti Masyaallah dan Subhanallah, Kenali Perbedaan dan Waku yang Tepat Penyebutannya
Baca juga: Bacaan allahumma firlahu warhamhu waafihi wafuanhu Arti, Arab, Latin : Doa untuk Orang Meninggal
Mengutip dari jabar.kemenag.go.id, terdapat beberapa pelajaran di dalam hadits, di antaranya:
- Bersin adalah proses keluarnya udara dari paru-paru melalui hidung dan mulut, udara itu keluar membawa debu, kotoran dan bakteri yang masuk ke dalam sistem pernapasan. Sedangkan menguap adalah menghirup udara dalam-dalam melalui mulut diluar kendali.
- Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Allah memiliki sifat cinta (al-mahabbah) dan sifat benci (al-karah).
- Disunnahkan bersegera mengucapkan YARHAMUKALLAH ketika mendengar orang yang bersin mengucapkan ALHAMDULILLAH.
- Mengucapkan YARHAMUKALLAH berlaku jika mendengar orang bersin dan mendengarnya mengucapkan ALHAMDULILLAH.
- Jika tidak mendengar ia bersin dan tidak pula mengucapkan ALHAMDULILLAH, maka tidak perlu mengucapkan YARHAMUKALLAH.
- Setiap yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah (mengucapkan ALHAMDULILLAH), maka hendaklah mengucapkan YARHAMUKALLAH.
Hukumnya adalah fardhu ‘ain—menurut Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaly dalam Bahjah An-Nazhirin–.
Ketika seseorang mendoakan keberkahan dan kerahmatan bagi orang yang bersin, berarti mendoakan supaya nikmat dan rezeki yang kita dapatkan selalu bernilai berkah dan rahmat.
Rezeki yang demikian tentu saja menjadi harapan bagi setiap Muslim.
Bersin merupakan nikmat yang Allah Subhanahu wata'ala berikan kepada hambaNya.
Hal ini sebagaimana yang termuat dalam Surah Ibrahim ayah 7:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Sesungguhnya jika kalian mensyukuri nikmat-Ku yang telah Kuberikan kepada kalian, pasti Aku akan menambahkannya bagi kalian, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
Ucapan yarhamukallah diucapkan secara terus menerus jika mendengar orang lain bersin setidaknya sebanyak tiga kali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230610-Arti-Yarhamukallah.jpg)