Sabtu, 2 Mei 2026

Gara-gara Harga, Kontribusi PT Timah Tbk ke Negara Mengalami Penurunan

nggota holding BUMN peertambangan ini hanya menyetorkan Rp124,7 miliar untuk negara dalam bentuk pajak dan PNBP.

Tayang:
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
PT Timah Tbk
Timah batangan siap ekspor 

BANGKAPOS.COM - Harga timah yang tak sebaik tahun lalu membuat kontribusi PT Timah Tbk menurun. Anggota holding BUMN peertambangan ini hanya menyetorkan Rp124,7 miliar untuk negara dalam bentuk pajak dan PNBP.

Demikian pencapaian PT Timah Tbk, pada Triwulan 1 tahun 2023. Anggota holding Industri pertambangan MIND ID ini telah menyetorkan pajak dan PNBP sebesar Rp124,7 miliar.

Timah yang merupakan komoditas global juga terdampak dari kondisi ekonomi global, peningkatan suku bunga, inflasi AS, dan juga trade war yang masih terjadi berdampak pada harga komoditas yang relatif tidak stabil di triwulan I tahun 2023.

Berdasarkan catatan perusahaan harga rata-rata timah triwulan 1 tahun 2023 mencapai USD 26.573 per metrik ton.

Hal ini juga menyebabkan kontribusi PT Timah Tbk kepada negara menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 mencapai Rp267,8 miliar.

Faktor lainnya yang menyebabkan menurunnya kontribusi pajak dan PNBP PT Timah Tbk karena menurunnya penjualan PT Timah Tbk akibat melemahnya permintaan timah global.

Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk Abdullah Umar mengatakan, manajemen perseroan berupaya untuk meningkatkan kinerja sehingga bisa memberikan kontribusi kepada negara, pemegang saham dan masyarakat.

"Melemahnya harga komoditas yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global berdampak langsung pada kinerja perusahaan.

Namun, perusahaan telah memiliki strategi menghadapi hal ini dengan harapan dapat terus meningkatkan kontribusi pajak dan PNBP kepada negara," kata Abdullah.

Sebagai perusahaan terbuka, PT Timah Tbk kata dia juga terus berupaya untuk menjaga kepercayaan pemilik saham dengan melakukan sejumlah langkah-langkah konkrit untuk memperbaiki kinerja perusahaan seperti melakukan efisiensi di seluruh rantai bisnis termasuk efisiensi biaya peleburan dengan telah beroperasinya smelter baru dengan teknologi TSL Ausmelt Furnace.

Harga timah masih menguat sepanjang tahun ini. Per perdagangan Rabu (10/5), harga timah berjangka berada di US$ 25.846 per ton atau naik 8,90 persen dalam sebulan.

Harga terendah timah secara year to date berada di US$ 21.315 yang dicapai pada 16 Maret 2023. Sedangkan harga tertinggi di US$ 27.826 per ton pada 18 April 2023.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo memprediksi, harga timah akan tetap kompetitif ke depannya.

Hal tersebut didorong oleh kekhawatiran yang terus-menerus terkait ketatnya pasokan. 

Produsen timah terbesar ketiga dunia, Myanmar mengumumkan akan menangguhkan semua aktivitas penambangan dan pemrosesan mulai Agustus 2023 untuk menghemat sumber daya yang tersisa.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved