Berita Pangkalpinang
Aparat yang Bekingi Usaha Tambang Jadi Perhatian Kompolnas, Sebut Bukan Rahasia Umum
Babel ini kaya dengan tambah timah. Pertemuan saya dengan kapolda tadi mempertanyakan bukan saja, tanyakan menyangkut pertambangan timah. Tetapi
Penulis: Riki Pratama | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Keterlibatan oknum aparat penegak hukum yang membekingi usaha pertambangan masih ditemui pada sejumlah daerah.
Termasuk di Bangka Belitung yang merupakan daerah penghasil tambang timah.
Hendardi Juri Kompolnas Awards, menyebut keterlibatan oknum aparat penegak hukum yang membekingi usaha-usaha pertambangan bukan lagi menjadi rahasia umum.
"Babel ini kaya dengan tambah timah. Pertemuan saya dengan kapolda tadi mempertanyakan bukan saja, tanyakan menyangkut pertambangan timah. Tetapi keterlibatan aparat misalnya membekingi usaha-usaha tambang," kata Hendardi kepada Bangkapos.com, Selasa (13/6/2023) di Gedung Tribrata Polda Babel.
Menurutnya, aparat membekingi usaha pertambangan, tidak lagi menjadi rahasia, bukan hanya di Babel sejumlah daerah lain juga terdapat hal yang sama.
"Karena ini bukan rasia lagi diberbagai daerah yang usaha tambangnya kuat, sering kali ada baking seperti itu," ujarnya.
"Cuma kita setuju penilaian kapolda berbeda dengan tambang nikel dan batu bara dan timah/emas. Kalau nikel dan batu bara dilakukan perusahaan besar, gajah yang bertarung. Sementara timah ini masyarakat kecil disitulah perlu ada kebijakan dalam penegakan hukumnya," lanjutnya.
Hendardi, mewakili Kompolnas, mendukung terkait penegakan hukum yang dilakukan Polda Babel, terutama terhadap para penambang ilegal yang membandel.
"Tentu saja harus kita dukung satu tindakan yang membandel, apabila sudah diingatkan misalkan, menggunakan alat besar merugikan masyarakat," terangnya.
Lebih jauh, pada kunjungan Juri Kompolnas Awards ke Polda Babel, disampaikan terkait penanganan personel yang melanggar Kode Etik Profesi Polri (KEPP) di Polda Babel pada tahun 2022 lalu.
"Saya kira mereka menunjukkan tingkat disiplin tinggi, maksudnya adalah, ada punishment diberikan bagi pelanggar di kepolisian itu sendiri. Tetapi tidak lepas dari kaitan usaha lain yang dilakukan polda dalam membangun kontrol terhadap dirinya," ujarnya.
Seperti, dikatakan Hendardi adanya program Jumat Curhat, dan Buka Keran dilakukan oleh jajaran Polda Babel dengan masyarakat dan sesama anggota kepolisian.
"Ini upaya kontrol, pimpinan berani melakukan tindakan yang keras ke anggota yang dilanggar. Tentu dengan melihat kesalahan berbeda-beda sesuai dengan kesalahannya," ujarnya.
Sementara Kapolda Babel, Irjen Pol Yan Sultra, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk dapat menegakkan disiplin anggotanya agar tidak membekingi aktivitas pertambangan.
Menurutnya, saat ini masyarakat juga telah cerdas dan cepat untuk melaporkan apabila ditemukan aparat yang terlibat terkait aktivitas tersebut.
"Kami komitmen ke dalam, bersihkan anggota tanpa ampun, yang melanggar kode etik dan masyarakat juga sudah cepat dan cerdas, menyampaikan hal itu," ujar Kapolda Babel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/13062023hendardi.jpg)