Minggu, 3 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

Aik Bakung Seri ke-10, Riza Herdavid Akomodir Semua Permintaan Masyarakat

Kenapa Aik Bakung terus kami giatkan, kqrena untuk menjemput pelayanan ke desa-desa. Karena kalau mereka harus ke kabupaten kan terlalu jauh

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Beberapa karung beras lokal yang dijual lebih murah dalam operasi pasar murah yang digelar di Desa Sumber Jaya Permai, Kecamatan Pulau Besar saat operasi pasar Murah Aik Bakung, Rabu (21/6/2023). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Bupati Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Riza Herdavid memindahkan sejumlah pelayanan publik ke sejumlah desa.

Tak hanya itu, ia juga ‘ngantor’ di sejumlah desa selama dua hari berturut-turut. Terhitung sejak tanggal 20-21 Juni 2023.

Di mana kali ini Desa Sumber Jaya Permai (SJP), Kecamatan Pulau Besar jadi tujuan. Sekaligus menjadi lokus program Aik Bakung atau Ajak Bupati Sambang Kampung.

Riza mengatakan, dipindahkan sejumlah pelayanan publik ke Desa Sumber Jaya Permai ini untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh pelayanan publik.

Sekaligus membantu warga untuk menyelesaikan segala permasalahan, baik kependudukan maupun masalah administrasi lainnya. Pasalnya, untuk mendapatkan pelayanan administrasi jarak yang ditempuh cukup jauh.

“Kenapa Aik Bakung terus kami giatkan, karena untuk menjemput pelayanan ke desa-desa. Karena kalau mereka harus ke kabupaten kan terlalu jauh kemudian akses kemudian biaya. Makanya kami memutuskan berkantor selama dua hari ke depan,” kata Riza kepada Bangkapos.com, Rabu (21/6/2023).

Riza berujar, program Aik Bakung membuat pemerintah lebih dekat dengan masyarakat. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan-pelayanan yang diberikan pemerintah ke desa. Bahkan pihaknya memastikan pelayanan itu dapat selesai dalam satu hari.

Tak hanya itu, melalui program itu diharapkan banyak masukan dan aspirasi yang langsung disampaikan pada dirinya. Terutama terkait pelayanan kesehatan, administrasi kependudukan, serta infrastruktur yang sering dimanfaatkan masyarakat.

“Jadi selama ini masyarakat kan kalau mau mengurus apa-apa harus ke Toboali, dengan adanya program ini mereka bisa datang. Semua pelayanan kami bawah ke desa demi melayani masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut ungkapnya, program Aik Bakung, pemerintah datang bukan untuk dilayani. Akan tetapi kebalikannya, pemerintah harus melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan tulus.

Sekaligus menyerap aspirasi masyarakat dengan berdialog dan langsung menjawab apa yang menjadi keluh kesah masyarakat.

“Saya tegaskan kepada pegawai-pegawai, kalau kita bukan minta layani masyarakat tapi melayani mereka dengan sungguh-sungguh dan harus sesuai prosedur,” tegasnya.

Jadi TMII Bangka Selatan

Sebuah desa di Kabupaten Bangka Selatan, diklaim menjadi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ala Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Wilayah itu yakni Desa Sumber Jaya Permai (SJP), Kecamatan Pulau Besar.

Desa itu dikenal sebagai miniatur kelengkapan Indonesia, karena memiliki beragam agama, yang hidup berdampingan dan saling membantu.

Tak hanya itu, letak rumah ibadah di daerah itu juga saling berdekatan satu sama lain. Baik itu masjid, gereja maupun pura.

Untuk menuju ke sana membutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit. Dengan jarak tempuh sekitar 69 kilometer dari pusat Kota Toboali.

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan, Desa SJP merupakan TMII yang ada di daerahnya. Di mana banyak aneka suku dan ragam budaya dikembangkan di wilayah itu.

Sehingga hal itu harus terus dijaga kelestariannya. Meski berbeda agama, namun warga di desa itu dapat hidup rukun dan saling tolong menolong di setiap kegiatan hari-hari besar agama.

“Di sini ada dua pura, dua gereja dua masjid. Bisa dikatakan SJP ijalni TMII yang ada di Kabupaten Bangka Selatan, dan ini wajib kita jaga bersama,” ucap dia kepada Bangkapos.com, Rabu (21/6/2023).

Riza memaparkan, banyak potensi yang dapat dikembangkan di Desa SJP ini, terutama dari segi kebudayaan.

Sebagai daerah transmigrasi, wilayah itu banyak ditempati oleh penduduk luar pulau Bangka. Mulai dari suku Jawa, Sunda, Bali hingga Batak.

Oleh karena itu menurutnya, SJP layak disematkan sebagai TMII di Kabupaten Bangka Selatan. Bahkan kesenian asal desa tersebut tidak pernah mati, dengan selalu dikembangkan setiap saat.

Bahkan saat ada acara besar, banyak para pelaku kesenian dari desa tersebut turut serta menunjukkan keseniannya.

“Karena pelaku seni baik dari Jawa, Sunda itu juga ada di Bangka Selatan. Maka dari itu untuk parade seni nantinya akan dilakukan di Bangka Selatan,” papar Riza.

Jalan Sepanjang 17 Kilometer Dibangun Bulan Depan

Sejumlah ruas jalan penghubung antar kecamatan di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung bakal diperbaiki dalam waktu dekat. Di mana pembangunan jalan sepanjang 17 kilometer ditargetkan mulai dikerjakan mulai bulan depan.

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid memaparkan, pemerintah setempat telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp18,2 miliar untuk pemeliharaan berkala, rekonstruksi dan pemeliharaan rutin jalan sepanjang 17 kilometer.

Terutama jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Air Gegas dan Kecamatan Pulau Besar. Seperti yang diketahui, jalan penghubung tersebut sudah mengalami rusak parah.

Terutama jalan dari Desa Nyelanding sampai Desa Fajar Indah. Tak ayal ketika hujan turun jalan tersebut bak kubangan, lantaran banyak lubang menganga di sepanjang jalan itu.

“Jalan dari Desa Nyelanding sampai Desa Fajar Indah sudah kita  siapkan dana Rp18,2 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-Red). Panjangnya sekitar 17 kilometer,” kata dia kepada Bangkapos.com saat meninjau jalan rusak di Desa Sumber Jaya Permai, Rabu (21/6/2023).

Riza memaparkan, berdasarkan keterangan masyarakat sejak tahun 2016 silam masyarakat juga merasa dianak tirikan oleh pemerintah setempat.

Oleh karena itu, pihaknya langsung mengambil langkah inisiatif untuk mengecek secara langsung keluhan masyarakat. Terlebih dalam melaksanakan program Aik Bakung atau Ajak Bupati Sambang Kampung di Desa Sumber Jaya Permai.

Bahkan jembatan penghubung, khususnya di Desa Sumber Jaya Permai sudah dibangun beberapa tahun lalu. Sementara pada tahun 2023 mendatang sejumlah jembatan penghubung juga akan diperbaiki menggunakan dana alokasi khusus (DAK). Karena kondisinya sendiri dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan.

“Kalau mengharap APBD tidak akan cukup. Maka cita-cita kita melihat jalan ini lebih baik tahun ini segera dikerjakan,” papar Riza.

Di sisi lain sambung dia, banyak manfaat yang akan didapatkan oleh masyarakat dengan peningkatan infrastruktur. Terutama memperlancar arus distribusi barang dan jasa. Dengan mempermudah pengiriman sarana produksi dan mempermudah pengiriman hasil produksi ke lasar dengan memberikan aksesibilitas.

Membuka isolasi kawasan, meningkatkan aksesibilitas jasa pelayanan sosial termasuk kesehatan. Lalu, pendidikan dan penyuluhan. Dampak manfaat jalan yang tidak langsung adalah bahwa dengan adanya pembangunan jalan maka harga tanah di sekitar jalan tersebut akan meningkat.

“Jadi banyak manfaatnya, supaya daerah-daerah yang ada di Bangka Selatan ini tidak terisolasi. Serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” ucapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved