Berita Pangkalpinang
Perayaan Dharmasanti Waisak 2567, Keragaman Budaya Harus Dijaga
Berbagai atraksi seni budaya hingga nyanyian bernada doa mewarnai kegiatan tahunan ini. Anak-anak muda membaur menunjukkan kemampuannya masing-masing.
Penulis: Edy Yusmanto | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Merawat kebhinekaan adalah sebuah keniscayaan menuju harmonisasi keberagaman di Bangka Belitung.
Pesan itu tersampaikan dalam kegiatan Kirab dan Ngedulang Dharmasanti Waisak 2567 BE/2023 di Vihara Satya Dharma Tanjungbunga Pangkalpinang, Sabtu (24/6/2023).
Berbagai atraksi seni budaya hingga nyanyian bernada doa mewarnai kegiatan tahunan ini. Anak-anak muda membaur menunjukkan kemampuannya masing-masing.
Bukan perlombaan tapi inilah wujud harmonisasi kebersamaan dalam keberagaman umat Budha di Bangka Belitung.
Pembimas Budha Bangka Belitung Wisnu Widyanto menyebutkan Dharmasanti Waisak adalah wujud kebersamaan umat Budha dalam rangka menjalin kebersamaan khususnya untuk meningkatkan atau memperkuat harmonisasi dalam untaian serumpun sebalai.
Apalagi menjelang tahun politik ini kan penting untuk tetap menjaga suasana di masyarakat sehingga kita khususnya umat Budha bisa terus menjalankan ajaran agamanya demikian juga semua pihak.
Bersama bisa saling rukun, saling membantu, saling menghargai sehingga betul-betul dalam perayaan ini membawa hikmah dalam kebersamaan.
"Kita tetap damai, lestari untuk Serumpun Sebalai," kata Wisnu kepada bangkapos.com usai acara.
Sekjen Permabudhi Pusat Bambang Patijaya mengatakan tema ini sangat cocok sesuai dan aktual sekali dengan kondisi sosial kemasyarakatan, keagamaan yang sedang difokuskan dan dibina di Bangka Belitung terutama di dalam menuju tahun politik 2024.
Hal paling utama dalam keberagaman itu sendiri tidak berdasar pada perbedaan.
Karena perbedaan bukanlah satu hambatan. Dengan menyadari itu maka akan memperkuat kerhamonisan dan kerukunan di antara semua umat di Bangka Belitung.
"Saya pikir ini adalah satu modal yang sangat besar untuk merawat dan menjaga kebhinekaan serta keberagamaan dalam harmonisasi lokal," papar Bambang.
Bambang menilai sedari awal acara disuguhkan penampilan generasi muda yang mempertunjukkan berbagai macam penampilan budaya atau pendekatan budaya dari majelis yang ada di Bangka Belitung.
Ada tarian barongsai, gamelan, sinden, modern dance hingga tarian lokal Babel.
Semua ini lanjut Bambang merupakan bentuk akulturasi budaya yang sangat positif dan disadari oleh pemeluk agama Budha di Bangka Belitung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230625-Kirab-dan-Ngedulang-Dharmasanti-Waisak.jpg)