Gempa Bantul
Mbah Ponem Selamat saat Tembok Rumahnya Ambruk Diguncang Gempa Bantul
Mbah Ponem warga Bangen, Kalurahan Bangunjiwo, Kasihan, Kabupaten Bantul, selamat saat gempa mengguncang rumahnya.
"Kebetulan mbah Ponem itu simbah saya."
"Tadi pas kejadian simbah sedang duduk diluar, begitu ada suara tembok jatuh langsung masuk ke dapur," kata Subardo,dikutip dari TribunJogja.com, Jumat malam.
Subardo mengatakan, Mbah Ponem selamat dan tak mengalami luka sedikit pun.
Namun, robohnya dinding milik Mbah Ponem membuat beberapa peralatan rumah tangga rusak termasuk kompor yang biasa digunakan.
"Untungnya gak ada yang luka, hanya peralatan dapur saja banyak yang rusak karena tertimpa reruntuhan," ungkapnya.
Gempa berkekuatan M 6,4 di Bantul ini terjadi pada pukul 19:57:41 WIB, Jumat (1/7/2023).
Pusat gempa berada di laut 94 km Barat Daya Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kedalaman 12 km.
Gempa ini dirasakan sampai Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Jawa Barat.
Akibat gempa, satu orang meninggal dunia dan 11 lainnya luka-luka.
Nenek Meninggal di Pangkuan Suami
Seorang nenek berusia 67 tahun, Sudirah, warga Wonodoro, Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul, DIY, meninggal dunia di pangkuan suaminya saat gempa mengguncang wilayah Bantul pada Jumat (30/6/2023) malam.
Nenek bernama Sudirah terkejut ketika rumahnya berguncang akibat gempa berkekuatan M 6,4.
Laporan ini disampaikan Plh BPBD DIY Danang Samsurizal melalui pesan tertulisnya.
"Sudah dikonfirmasi. Meninggal dunia satu inisial S, perempuan 67 tahun asal Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul," kata Danang, dikutip dari Tribunjogja.com, Jumat malam.
Panewu Bambanglipuro, Tri Manora menjelaskan, berdasarkan penuturan warga sekitar, saat terjadinya gempa wanita itu berada di dalam rumahnya bersama sang suami.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230701-rumah-ambruk-saat-gempa-guncang-bantul.jpg)