Sabtu, 25 April 2026

Wabah Antraks yang Mematikan Terjadi di Indonesia, Ini Ciri dan Pengobatannya

Antraks adalah penyakit bakterial bersifat menular akut pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.

Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
Kompas.com/Djunaedi
Gejala penyakit antraks. 

BANGKAPOS.COM - Wabah antraks yang mematikan terjadi di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tiga orang meninggal dunia di Dusun Jati, Desa Candirejo dengan riwayat menyembelih daging sapi yang sudah mati. 

Sampai Rabu (5/7/2023), Kementerian Pertanian mencatat 12 ekor hewan ternak mati – enam sapi dan enam kambing – sementara 85 warga positif antraks berdasarkan hasil tes serologi yang dilakukan Kementerian Kesehatan.

Tradisi Mbrandu atau purak, di mana masyarakat menyembelih hewan yang mati atau kelihatan sakit dan membagi-bagikannya, disebut menjadi faktor yang paling meningkatkan risiko terjadinya kasus antraks.

Antraks adalah penyakit bakterial bersifat menular akut pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.  

Antraks bermakna "batubara" dalam bahasa Yunani, dan istilah ini digunakan karena kulit para korban akan berubah hitam.

Antraks paling sering menyerangherbivora-herbivora liar dan yang telah dijinakkan.

Petugas mengubur bangkai sapi mati milik warga Dusun Grogol IV, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Saat ini kasus virus antraks di Gunung Kidul tengah merebak diduga karena tradisi mengonsumsi bangkai sapi sakit.
Petugas mengubur bangkai sapi mati milik warga Dusun Grogol IV, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Saat ini kasus virus antraks di Gunung Kidul tengah merebak diduga karena tradisi mengonsumsi bangkai sapi sakit. (Istimewa Dokumentasi Warga/KOMPAS.com)

Penyakit Antraks bersifat zoonosis yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya, namun tidak dapat ditularkan antara sesama manusia.

Bacillusanthracis sebagai penyebab penyakit Antraks,bersifat gram positif, berbentuk batang, tidak bergerak dan membentuk spora.

Bentuk vegetatifnya dapat tumbuh subur di dalam tubuh dan segera menjadi spora apabila berada di luar tubuh ketika kontak dengan udara luar.

Spora ini dengan cepat akan terus menyebar melalui air hujan.

Ternak dapat terinfeksi penyakit Antraksapabila memakan pakan atau meminum air yang terkontaminasi spora tersebut atau jika spora mengenai bagian tubuh yang luka.

Ternak penderita dapat menulari ternak yang lain melalui cairan (eksudat) yang keluar dari tubuhnya.

Ilustrasi sapi mati terjangkit antraks
Ilustrasi sapi mati terjangkit antraks (Kompas)

Cairan ini kemudian mencemari tanah sekelilingnya dan dapat menjadi sumber untuk munculnya kembali wabah di masa berikutnya.

Spora bakteri B. Anthracis dilaporkan mampu bertahan sampai puluhan tahun di tanah dan hanya mati oleh pemanasan pada temperatur 100oC selama 20 menit atau pemanasan kering 140oC selama 30 menit.

Penyakit Antraks pada kambing paling banyak bersifat per akut atau akut. Pada kejadian per akut, kambing yang semula sehat mendadak jatuh, sesak nafas, gemetar, kejang lalu mati dalam waktu beberapa menit/jam akibat pendarahan di otak.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved