Minggu, 10 Mei 2026

Sejarah

Sejarah Bambu Runcing, Senjata Tradisional Rakyat Indonesia, Diperkenalkan Ulama Jawa Tengah

Senjata bambu runcing pertama kali diperkenalkan oleh seorang ulama bernama Kiai Subkhi asal Temanggung, Jawa Tengah.

Tayang:
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Dedy Qurniawan
Tribun Bogor
Sejarah Bambu Runcing, Senjata Tradisional Rakyat Indonesia dalam Melawan Penjajah 

BANGKAPOS.COM -- Bambu runcing merupakan senjata rakyat Indonesia saat melawan menjajah.

Bambu runcing terbuat dari tanaman jenis rumput-rumputan yang terdapat rongga dan ruas pada batangnya, yang kemudian diruncingkan.

Saat Indonesia dijajah, rakyat mati-matian memperjuangkan kemerdekaan.

Meski mereka harus melawan dengan menggunakan senjata atau alat seadanya.

Mengutip dari Kompas.com, senjata bambu runcing pertama kali diperkenalkan oleh seorang ulama bernama Kiai Subkhi asal Temanggung. 

Penggunaan bambu runcing sebagai senjata sendiri bermula dari ketiadaan dan kekurangan peralatan perang yang tersedia.

Kali pertama senjata bambu runcing dijadikan sebagai alat perjuangan Indonesia adalah ketika pertempuran 10 November 1945.

Pencetus bambu runcing pertama adalah Kyai Subchi Parakan asal Temanggung, Jawa Tengah.

Ia merupakan seorang ulama dan tinggal di sebuah pesantren.

Ketika rakyat sedang berjuang, banyak santri yang ingin ikut terjun dalam pertempuran.

Berawal dari situ, Kyai Subchi kemudian memperkenalkan bambu runcing sebagai senjata kepada para santri. 

Para santri dan rakyat yang akan berjuang terlebih dulu diajarkan cara membuat bambu runcing.

Bambu-bambu dikumpulkan oleh para santri dari Tegalan.

Mereka kemudian meruncingkan bambu tersebut hingga lancip, lalu diolesi dengan cairan. 

Beberapa laskar rakyat yang juga menggunakan bambu runcing sebagai senjata adalah Laskar Hizbullah dan Sabilillah, serta Tentara Keamanan Rakyat (TKR). 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved