Arti Subahanallah Wabihamdihi, Amalkan 100x Setiap Hari, Allah Ampuni Segala Dosa

Dalam bahasa Arab, dzikir tersebut ditulis سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ Artinya: 'Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya'.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Dedy Qurniawan
sepercikhikmah.com
DZIKIR DAN TASBIH 

Keutamaan Dzikir Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim

1. Memperberat amalan

Dzikir ini ringan namun berat dalam timbangan. Seperti dijelaskan dalam hadist:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat dalam timbangan (amalan) dan dicintai oleh Ar-Rahman, yaitu SUBHANALLAHI WA BIHAMDIH, SUBHANALLAHIL ‘AZHIM"

"(Maha Suci Allah, segala pujian untuk-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Mulia).” (HR. Bukhari, no. 6682 dan Muslim, no. 2694)

2. Mendapatkan 10 Kali Lipat Kebaikan

Dzikir Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim memiliki keutamaan yaitu mendapatkan 10 kali lipat kebaikan dari Allah SWT.

Hal ini dijelaskan dalam hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu:

Bahwa suatu ketika Rasulullah SAW berkata kepada para sahabatnya:

"Ucapkanlah Subhanallah wa Bihamdihi sebanyak seratus kali. Barangsiapa mengucapkannya satu kali maka tertulis baginya sepuluh kebaikan."

"Barangsiapa mengucapkannya sepuluh kali maka tertulis baginya seratus kebaikan. Barangsiapa mengucapkannya seratus kali maka tertulis baginya seribu kebaikan. Barangsiapa menambahnya maka Allah pun akan menambahnya, dan barangsiapa memohon ampun, niscaya Allah akan mengampuninya."

3. Mendapat pahala menandingi pahala sholat sunnah

أَنَّ النَّبِيَّ خَرَجَ مِنْ عِنْدِهَا بُكْرَةً حِينَ صَلَّى الصُّبْحَ وَهِيَ فِي مَسْجِدِهَا ثُمَّ رَجَعَ بَعْدَ أَنْ أَضْحَى وَهِيَ جَالِسَةٌ فَقَالَ مَا زِلْتِ عَلَى الْحَالِ الَّتِي فَارَقْتُكِ عَلَيْهَا قَالَتْ نَعَمْ قَالَ النَّبِيُّ a لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Artinya, “Bahwa Nabi SAW keluar dari sisinya di waktu pagi ketika shalat Subuh, sementara Juwairiyah duduk di tempat shalatnya. Di waktu Dhuha, Nabi pulang sementara Juwairiyah masih duduk di tempat yang semula. Beliau (Nabi) bersabda kepadanya, ‘Kamu masih dalam keadaan di mana aku meninggalkanmu sejak tadi.’ Juwairiyah menjawab, ‘Benar.’

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved