Gibran Semprot Admin Twitter Pemkot Solo, Imbas Beri Jawaban Tak Solutif ke Masyarakat yang Bertanya
Semua bermula dari salah satu pengguna Twitter dengan nama @misdiqprasetyo bertanya tentang pengurusan surat-menyurat di akhir pekan.
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM -- Putra pertama Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming kembali menjadi sorotan.
Gibran baru-baru ini diketahui menegur admin akun resmi Twitter Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, @PEMKOT_SOLO.
Hal itu dikarenakan cara admin Twitter Pemkot Solo menjawab keluhan warga yang dinilai Gibran tidak memberikan solusi sama sekali.
Semua bermula dari salah satu pengguna Twitter dengan nama @misdiqprasetyo bertanya tentang pengurusan surat-menyurat di akhir pekan.
Ia terkendala waktu lantaran pelayan publik libur pada hari Sabtu dan Minggu.
Sementara hari Jumat pelayan publik hanya melayani sampai pukul 11.00 WIB.
Pemilik akun tersebut lantas meminta solusi kepada Pemkot Solo.
"Bagaimana ya, Mas? Ngurus surat-surat buat pegawai karyawan. Sabtu, Minggu, libur. Jumat tutup jam 11.00."
"Bingung ini mau ngurus kapan lagi, Senin sampai Jumat masih bekerja. Hari Jumat agak longgar, malah tutup. @gibran_tweet @PEMKOT_SOLO," cuit @Msidiqprasetyo, dikutip Tribunnews.com.
Akun Pemkot Solo kemudian memberikan jawabannya terkait keluhan tersebut.
Namun bukan jawaban yang memberikan solusi, admin akun Twitter itu malah menjawab dengan melampirkan aturan dari peraturan pemerintah tentang jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Selamat pagi.. berikut respon Bagian Organisasi," jawab akun Pemkot Solo tersebut, lengkap dengan melampirkan foto jadwal kerja ASN.
Dalam penjelasan itu, dikatakan jam pelayanan publik pada Senin-Kamis dibuka mulai 07.15 sampai 16.00 WIB.
Sementara, untuk hari Jumat, buka mulai pukul 07.00 sampai 11.30 WIB.
Di penjelasan itu juga, diterangkan jam pelayanan publik menyesuaikan Peraturan Wali Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2016 tentang Hari dan Jam Kerja Pegawai ASN di Lingkungan Pemkot Surakarta.
Melihat jawaban yang tidak memberikan solusi sama sekali, Gibran mengaku kecewa.
Gibran lantas menimpali cuitan admin Twitter Pemkot Solo tersebut.
Ia memberikan teguran dan bakal mengurus sendiri keluhan dari salah satu warganya itu.
"Aku ra seneng coromu jawab keluhan warga (aku nggak suka caramu menjawab keluhan warga)."
"Ra solutif blas (nggak solutif sama sekali). Wes tak urus dewe wae (sudah tak urus sendiri saja)," sahut Gibran.
Saat ditemui TribunSolo.com, Gibran membeberkan alasannya marah pada admin Twitter Pemkot Solo.
Ia menilai, sebagai ASN hendaknya bisa memberi solusi yang tepat bagi masyarakat tanpa harus mencantumkan aturan mengenai jam operasional pelayanan publik.
Menurutnya, warga sudah mengetahui kapan jam operasional pelayanan publik.
Namun, kata Gibran, yang diinginkan oleh warga adalah solusi mengenai bagaimana bisa mengurus surat-surat penting tanpa harus mengganggu jam kerja mereka.
"Ini bukan masalah siapa yang menjawab, tapi kalau bisa jika ada warga yang kesulitan langsung memberikan solusi."
"Tidak perlu memaparkan pasal yang panjang sekali. Orangnya sudah paham jam operasional kita kapan, orangnya itu pingin solusi," ungkap Gibran saat ditemui di Balai Kota Solo, Kamis (20/7/2023).
"Solusinya bagaimana? Ya kalau orangnya cuma bisa di luar jam kerja Pemkot, otomatis kita harus mengalah."
"Ketemuan di luar jam kantor, atau ketemuan di mana, atau jemput bola," pungkasnya.
Ditemui di Balai Kota Solo, Gibran mengatakan keluhan tersebut sudah diselesaikan.
"Wis tak rampungke (udah tak selesai), solusi untuk Pemkot nanti tak rampungke," imbuhnya.
Tak hanya itu, Gibran juga mencontohkan apabila memberi solusi harus yang bisa menyelesaikan keluhan.
Bukan hanya sekadar menjalankan kewajiban untuk menjawab.
"Misale, kowe luwe. Mas, aku luwe. (Misalnya, kamu lapar. Mas, aku lapar nih). Nih makanan, dah gitu lho (solusinya)" ujarnya.
"Ora, Mas aku luwe. Yen luwe karena lapar, makane kalau luwe harus makan nasi. (Bukan kok, Mas aku lapar. Kalau lapar, makanya harus makan nasi)."
"Kan ra ngerampungne luwene, malah dikei pasal-pasal. (Kan nggak menyelesaikan laparnya, malah dikasih pasal-pasal)" imbuhnya.
Gibran berpendapat, inti dari permasalahan tersebut adalah pelayanan publik yang tak bisa melayani di luar jam operasional.
Karena itu, ia meminta supaya ASN bisa lebih aktif dan fleksibel untuk membantu warga.
"Kan bisa melayani di luar jam kerja, misalnya Go Send atau ketemuan langsung."
"Tidak langsung menjawab, saya pulang jam segini, besok aja. Memberikan pasal-pasal tidak menyelesaikan masalah," pungkasnya.
Gibran Ingatkan Gaji ASN Berasal dari Pajak Masyarakat
Terkait balasan admin Twitter Pemkot Solo terhadap warganya, Gibran Rakabuming Raka memberi peringatan.
Ia mengingatkan kepada anak buahnya bahwa gaji mereka berasal dari pajak rakyat.
Karena itu, menurut Gibran, ASN seharusnya bisa fleksibel untuk membantu dan mempermudah urusan warga.
Terlebih, jika aturan yang berlaku membuat warga merasa kesulitan.
"Saya tahu kok semua di sini ada aturan, tapi kalau aturan itu menyulitkan warga ya mbok rodo fleksibel (agak fleksibel)" ujar Gibran, Kamis, dilansir TribunSolo.com.
"Wong kita di sini digaji dari pajak warga. Jadi warga itu harus dinomorsatukan," imbuhnya.
Ia pun memberikan contoh langkah yang diambil Camat Banjarsari, Beni Supartono Putra.
Beni, kata Gibran, telah meluncurkan aplikasi online berisi big data tentang perancangan program kegiatan maupun terhadap masyarakat.
Diketahui, aplikasi itu bernama Mbak Sri Cantik.
"Tadi pagi kan di tempatnya Pak Beni Camat juga beberapa kelurahan juga langsung antar jemput juga."
"Warga itu dilayani secara maksimal, tidak malah 'Ya bisanya jam segini, Bapak, Ibu. Kalau nggak, ya datang besok'."
"Nah, itu tidak memberikan solusi," beber Gibran.
(Bangkapos.com/Fitri Wahyuni/Tribunnews.com/Pravitri Retno W, TribunSolo.com/Andreas Chris)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230619-Gibran-Rakabuming.jpg)