Berita Bangka Tengah
Kenali Gejala Penyakit Antraks Pada Sapi, Suhu Tubuh Tinggi dan Hilang Nafsu Makan
Dokter hewan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bangka Tengah mengatakan ada beberapa tanda sapi terkena antraks
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dokter hewan memaparkan tentang gejala-gejala penyakit antraks pada sapi yang penting untuk diketahui oleh para peternak.
Penyakit antraks ini sangat rentan mengakibatkan kematian dan dinilai lebih membahayakan dari virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).
Disampaikan oleh drh. Rahmawati, dokter hewan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bangka Tengah, ada beberapa tanda sapi terkena antraks.
"Awalnya itu dia panas suhu tubuhnya bisa mencapai 40 derajat celcius, nafsu makan berkurang dan kemudian tiba-tiba ambruk," ucap Rahmawati.
Subkordinator Kesehatan Hewan di DPKP Bangka Tengah ini mengatakan bahwa penyakit antraks ini memang tergolong penyakit yang sulit ditangani.
Apalagi, jarak antara masa terinfeksi dengan waktu kematiannya terbilang sangat cepat sehingga sulit diberikan penindakan.
"Jadi kadang-kadang mau penanganannya itu enggak sempat. Karena kalau hari ini dia kena (antraks-red), besoknya biasanya langsung mati," terangnya.
Dirinya berharap agar sampai kedepannya penyakit antraks ini tidak masuk ke Babel.
Sebab, sebelumnya sudah ada beberapa daerah yang mengalami outbreak (wabah-red) dan banyak sapi-sapi yang mati dijalan-jalan.
"Makanya jangan sampai hal ini terjadi dan masuk ke Provinsi Bangka Belitung," imbuhnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230728-drh-Rahmawati.jpg)