Berita Bangka Barat
Waspada Ada 159 Titik Panas Tersebar di Bangka Barat, Potensi Besar Terjadi Karhutla
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ada 159 titik panas yang tersebar di Kabupaten Bangka Barat
Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ada 159 titik panas yang tersebar di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Melihat sudah masuk fenomena El Nino, potensi kebakaran hutan dan lahan sangat besar terjadi di wilayah tersebut.
Sebab, saat ini sudah masuk puncak kemarau di pertengahan bulan Agustus dan September 2023.
Baca juga: Musim Kemarau, BPBD Antisipasi 34 Desa Rawan Kekeringan di Bangka Belitung
Baca juga: Kebakaran Lahan Landa Wilayah Bangka Belitung, Sehari Ada 7 Titik Hotspot, Dominan Akibat Faktor Ini
Sementara El Nino, sempat melemah di pertengahan Juni awal Agustus.
Namun, sesuai informasi dari Klimatologi Jakarta, El Nino naik ke level moderat.
"Dengan adanya hal tersebut. Potensi Karhutla sangat besar terjadi. Kalau berkaca dengan tahun sebelumnya, El Nino ini relatif tidak sampai tahun berjalan sudah selesai. Ketika sudah masuk musim pengunjung sudah kembali normal," jelas Koordinator Bidang Data dan Informasi, BMKG Pangkalpinang, Kurniaji, Rabu (2/8/2023).
Dengan adanya fenomena El Nino tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Barat mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar apalagi di lahan gambut.
"Kalau terpaksa untuk membuka lahan dengan membakarnya harus diperhatikan aspeknya. Kami juga minta masyarakat harus berkoordinasi dengan aparat desa dan TNI Polri agar bisa terawasi," kata Kepala BPBD Bangka Barat Achmad Nursandi.
Sandi panggilan Achmad Nursandi menyebut untuk menghadapi fenomena El Nino ini, masyarakat harus menjaga kesediaan dan sumber air serta lebih menghemat penggunaan air.
"Kami juga siap siaga jangan sampai ada terjadinya kejadian kebakaran lahan di wilayah ini. Itu yang kami antisipasi di masa el Nino ini. Langkah siap siaga itu sudah dilakukan sejak bulan Juli lalu, dengan membentuk satgas karhutla," ungkapnya.
Baca juga: Anggota Komisi IV DPRD Babel, Usul Perbaikan PPDB dari Penambahan Rombel Hingga Guru Pengajar
Baca juga: Miris, Halaman Rumah Hingga Kebun Milik Pribadi Jadi Sasaran Tambang Timah di Bangka
Selain itu, pihaknya juga sudah menggelar rapat koordinasi dan sudah membentuk relawan bencana yang nantinya untuk membantu apabila ada kejadian bencana alam.
Kemudian pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi ke desa dan kelurahan agar mereka siap siaga dan juga sudah melakukan apel siaga penangan karhutla bersama TNI/Polri guna melakukan patroli di wilayah sekitar. (Bangkapos.com/Yuranda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-kebakaran-lahanbangkapos.jpg)