Siapa Sultan Rifat yang Terjerat Kabel Optik Lengkap Kronologi dan Kondisinya Usai Surati Jokowi
Sultan Rifat adalah mahasiswa Universitas Brawijaya Malang yang jadi korban terjerat kabel optik Bali Tower dan jadi sorotan usai surati Jokowi.
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM - Sosok Sultan Rifat kini jadi sorotan.
Sultan Rifat adalah mahasiswa FISIP Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Brawijaya Malang yang jadi korban terjerat kabel optik Bali Tower di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan pada (5/1/2023) silam.
Sultan Rifat bernama lengkap Sultan Rifat Alfatih, dan ayahnya bernama Fatih.
Mereka adalah keluarga orang biasa yang tinggal di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.
Namun, Sultan Rifat kini jadi sorotan dan perhatian banyak orang, termasuk Kapolri Listyo Sigit dan Menko Polhukkam Mahfud MD setelah ia menyurati Presiden RI Joko Widodo.
Isi Surat Sultan Rifat ke Jokowi dan Mahfud MD
Isi surat itu menggambarkan bagaimana pilunya keadaan Sultan Rifat.
Berikut isi suratnya:
Assalamualaikum Wr Wb
Kepada Yth
Bapak Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia
Bapak Mahfud MD selaku Menko Polhukam RI
Selamat siang, nama saya Sultan Rif’at Alfatih. Saya adalah mahasiswa Fisip Universitas Brawijaya, Malang. Usia saya saat ini 20 tahun
Kondisi saya saat ini sedang tidak baik-baik saja. Saya adalah korban kecelakaan akibat kabel fiber optic yang menjuntai yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan pada tanggal 5 Januari 2023
Atas akibat dari kecelakaan tersebut, saya sampai saat ini makan dan minum melalui selang NGT Silikon yang dimasukkan ke dalam hidung saya yang setiap sebulan sekali harus saya ganti.
Area tenggorokan saya mengalami kerusakan parah yang mengakibatkan rusaknya saluran makan dan saluran pernafasan saya. Akibatnya, menelan air ludah pun saya tidak bisa lakukan, sehingga setiap 2 menit sekali saya harus mengeluarkan air liur saya dan setiap kali saya ingin tidur saya harus menyedot air liur beserta lendir yang masuk ke saluran pernafasan saya dengan menggunakan mesin sedot.
Kepada Pak Jokowi dan Pak Mahfud MD, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada bapak-bapak sekalian. Saya ingin cepat sembuh, dan diobati secepatnya, karena saya sendiri sudah tidak kuat berlama-lama lagi di kondisi seperti ini. Karena saya sudah ingin kembali produktif, kembali kuliah, dan bisa melanjutkan aktivitas saya layaknya manusia normal. Saya ingin pihak yang bersangkutan segera bertanggungjawab atas kelalain yang sudah dilakukan sehingga membuat saya seperti ini kondisinya.
Saya ingin secepatnya kasus ini diakhiri dengan mendapatkan keadilan seadil-adilnya bagi saya dan keluarga agar kami tidak menjadi konsumsi publik lagi. Saya ingin pihak yang bersangkutan melihat data dan fakta yang terjadi sebenarnya seperti apa agar proses Decision Making, negosiasi dengan keluarga saya bisa berjalan dengan objektif, adil, dan tidak merugikan saya dan keluarga saya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230805-Foto-Sultan-Rifat-Alfatih.jpg)