Kamis, 16 April 2026

Doa

Doa Iftitah Dalam Sholat Setelah Takbiratul Ihram, Berikut Hukum Membacanya

Doa Iftitah adalah doa dari rukun sholat yang dibaca setelah membaca niat sholat dan takbir dalam sholat-sholat fardhu. Berikut bacaan dan hukumnya.

Penulis: Widodo | Editor: Widodo
Tribun Sumsel
Doa Iftitah dalam sholat setelah takbiratul ihram, berikut hukum membacanya. 

BANGKAPOS.COM -- Doa Iftitah adalah salah satu doa dari rukun sholat yang dibaca setelah membaca niat sholat dan takbir dalam sholat-sholat fardhu.

Kata ini memiliki arti ‘pembuka’ dan diucapkan dalam setiap sholat fardhu.

Doa khusus dianjurkan untuk diucapkan pasca mengangkat takbir, atau apa yang dikenal dengan takbiratul ihram.

Moment ini seringkali dianggap sebagai awal dari sebuah komunikasi dengan Allah SWT, yang mempererat hubungan antara manusia dan Penciptanya.

Berdasarkan berbagai hadis yang ada, terdapat sekitar 12 doa iftitah yang telah diriwayatkan.

Masing-masing doa memiliki makna dan filosofi tersendiri, memberikan berbagai cara bagi umat Islam untuk memulai komunikasi dengan Tuhan.

Hukum Baca Doa Iftitah 

Hukum mengucapkan iftitah dalam salat dianggap sebagai sunnah.

Membacanya dapat dilakukan baik ketika salat fardu maupun salat sunat.

Ucapan doa iftitah pasca takbiratul Ihram merupakan amanat yang diajarkan oleh Nabi SAW.

Iftitah menjadi manifestasi penghargaan, pujian, dan penyembahan terhadap Allah SWT.

Banyak sekali hadis yang mencatat bahwa Rasulullah SAW sangat mendorong untuk mengucapkan doa iftitah ini.

Meski sebagian besar ulama menyatakan bahwa membaca doa iftitah hanya bersifat sunnah dan tidak akan membatalkan salat jika tidak diucapkan.

Namun bagi kita yang bertekad untuk menjalankan sunnah Nabi SAW dan melaksanakan perintahnya sebagaimana sabda beliau.

Doa Iftitah

Berikut bacaan doa iftitah yang sering digunakan oleh ulama dan mayoritas umat islam di indonesia:

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved