Begini Nasib 15 Perawat dan Bidan yang Terlibat Kasus Bayi Tertukar di Bogor
Kasus bayi tertukar di Rumah Sakit Sentosa, Kemang, Kabupaten Bogor akhirnya telah mendapatkan titik terang.
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: fitriadi
BANGKAPOS.COM - Kasus bayi tertukar di Rumah Sakit Sentosa, Kemang, Kabupaten Bogor akhirnya telah mendapatkan titik terang.
Terkait kejadian ini pihak Rumah Sakit Sentosa mengakui kesalahan fatal yang dilakukan oleh perawatnya.
Manajer rumah sakit, Margaretha Kurnia meminta maaf atas keteledoran yang dilakukan.
"Terjadi karena karena ada ketidakhati-hatian dalam petugas kami melaksanakan prosedur yang sudah ada," kata Margaretha.
Ia pun mengaku menyesal atas apa yang terjadi dan bersedih atas hal ini terjadi di rumah sakit yang dipimpinnya.
"Kami sangat menyesali, saya sebagai pimpinan juga sedih hal ini terjadi di rumah sakit pada kedua ibu," katanya.
Margaretha Kurnia mengungkap penyebab utama bayi tertukar di Bogor terjadi saat pasien akan dipulangkan.
"Dalam proses yang ada ketidakhati-hatian itu di dalam proses identifikasi saat bayi pulang," ungkapnya.
Menurutnya ada proses ketidak hati-hatian dalam proses mengidentifikasi bayi.
"Ada proses yang harusnya dilakukan, tapi ada ketidakhati-hatian dalam proses identifikasi bayi," katanya.
Lebih lanjut, Juru Bicara RS Sentosa, Gregg Djako mengatakan mulanya akan memberikan sanksi kepada 15 perawat namun kini jumlahnya dikurangi.
"Awalnya 15 orang yang mau disanksi, tapi kan kita harus melihat dong berapa orang yang kemudian terlibat," kata Gregg.
Ia menuturkan ada 10 orang yang diberi SP1 sementara lima lainnya yang terdiri dari perawat dan bidan kini dinonaktifkan atau dibebastugaskan.
"Kita mendalami dan mencari mana yang paling berperan dan mengetahui betul peristiwanya,” ujar Gregg.
“Jadinya yang 10 orang kita SP1 saja. Sedangkan yang lima perawat dan bidan dinonaktifkan atau dibebastugaskan,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, ada kelalaian yang dilakukan perawat dan bidan saat memasang gelang ke bayi tersebut.
Sehingga menyebabkan bayi pasien D dengan bayi Siti Mauliah tertukar.
99 Persen Tertukar
Perkembangan fakta terbaru ini disampaikan saat polisi menggelar konfrensi pers, Jumat (25/8/2023).
Sebelumnya, kedua orangtua dan 2 bayi tertukar sudah melakukan tes DNA di Puslabfor Polri, Sentul, Kabupaten Bogor.
Proses tes DNA ini untuk mengetahui secara pasti siapa orangtua kandung dari 2 bayi tertukar tersebut.
Selama ini, sang bayi ternyata tak tinggal bersama orangtua kandungnya.
Menurut Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro dalam jumpa pers di Bogor, Jumat (25/8/2023) malam, bayi tersebut terbukti tertukar bedasarkan data hasil tes DNA.
"Ditemukan memang fix 99,99 persen berdasarkan data dari Kapuslabfor yang diwakili oleh beliau bahwa anak tersebut memang tertukar," AKBP Rio Wahyu Anggoro dalam jumpa pers di Mako Polres Bogor dikutip dari Tribun Bogor.
Isak Tangis Pecah
Polisi diketahui sempat memediasi kedua orangtua masing-masing bayi.
Tak hanya kedua orangtua, bayi berusia 1 tahun juga ikut hadir dalam mediasi tersebut.
"Perwakilan, yang lainnya bisa tunggu ya, tunggu di luar ya," kata KBO Reskrim Polres Bogor Iptu Hafiz Akbar ketika mengarahkan kedua rombongan keluarga.
Isak tangis ibunda bayi tertukar di Bogor pecah saat mediasi berlangsung.
Mediasi bersama kedua pihak keluarga bayi tertukar ini dilakukan sejak pukul 15.00 WIB.
Kronologi Awal Kasus Bayi Tertukar di Bogor
Insiden bayi tertukar ini terungkap berawal dari kecurigaan pasangan suami istri Muhammad Tabrani (52) dan Siti Mauliah (37).
Siti Mauliah tak menyangka jika bayi laki-laki yang selama ini bersamanya bukan darah dagingnya.
Kejadian tersebut berawal saat Siti Mauliah melahirkan anak laki-laki di Rumah Sakit Sentosa yang berada di Jalan Raya Kemang, Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.
Usai melahirkan pada 18 Juli 2022, Siti Mauliah merasa bayinya tertukar dengan anak orang lain.
"Satu tahun yang lalu klien saya lahiran secara sesar, kemudian hari pertama masih megang bayi yang dia lahirkan, kemudian hari kedua ketika dikasih udah beda secara feeling ketika menyusui," kata kuasa hukum Siti Mauliah, Rusdy Ridho saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Kamis (10/8/2023) silam.
Hal itu semakin mengauat ketika perawat dari pihak Rumah Sakit Sentosa datang ke rumah Siti di Ciseeng, Kabupaten Bogor.
Perawat tersebut, kata Rusdy Ridho, menanyakan gelang yang menempel pada bayi tersebut.
"Biasanya gelang itu disimpen, ini dikasih, pas diiat gelangnya itu atas nama pasien yang lain," tuturnya.
Hingga akhirnya, kecurigaan Siti dan suaminya semakin menguat jika bayi yang bersamanya selama setahun tersebut bukanlah anak kandungnya.
Siti dan sang suami pun menggali informasi soal dugaan bayinya tertukar.
Namun, saat itu pihak rumah sakit membantah jika telah melakukan kelalaian.
Pihak rumah sakit berkilah, jika hanya gelang nama saja yang tertukar, bukan bayinya.
"Jadi semenjak itu klien kami mencari kebenaran informasi, tapi pihak rumah sakit mengatakan hanya gelang saja yang tertukar," ucapnya.
Kemudian, pihak Siti Mauliah pun meminta kepada Rumah Sakit Sentosa agar bayi yang selama ini dirawatnya untuk dilakukan tes DNA pada dua bulan lalu.
"Jadi valid hasil DNA itu bukan anak dari ibu Siti. Jadi sekarang itu yg ada di bu siti bukan anak dia," terangnya.
Kini polisi menyatakan, berdasarkan hasil tes DNA silang masing-masing pihak, dua bayi tersebut memang tertukar. (*)
Artikel ini kompilasi dari Berita Tribunnews Bogor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230826-Bayik-tertukar.jpg)