Rabu, 6 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

Bulan Ini Puluhan Pedagang Pasar Rakyat Toboali Direlokasi

Terdapat sebanyak 45 pedagang segera direlokasi. Semua pedagang itu merupakan mereka yang telah menempati lapak di Pasar Rakyat Toboali

Tayang:
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Plt Kepala DKUKMINDAG Kabupaten Bangka Selatan, Anshori ketika menyaring informasi dari pada pedagang di Pasar Rakyat Toboali, Jumat (1/9/2023) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Puluhan pedagang di Pasar Rakyat Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung bakal segera direlokasi.

Rencananya mereka akan menempati lapak baru yang telah disediakan oleh pemerintah setempat per 7 September 2023 mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori mengatakan terdapat sebanyak 45 pedagang segera direlokasi. Semua pedagang itu merupakan mereka yang telah menempati lapak di Pasar Rakyat Toboali.

Hal ini dilakukan seiring dengan proses pembangunan Pasar Rakyat Toboali Modern segera dimulai.

Saat ini proses pembangunan pasar baru itu masih memasuki tahap lelang. Pembangunan pasar baru itu akan dibangun menggunakan anggaran tahun jamak atau Multi Years Contractc Rp30-35 miliar. Sebagaimana janji Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan ke daerah itu pada akhir tahun 2022 lalu.

“Ada 45 pedagang yang akan kita relokasi ke tempat yang baru. Rencananya mulai 7 September 2023,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (1/9/2023).

Anshori memaparkan, rencananya mereka semuanya dipindahkan ke Pasar Terminal Toboali. Sejauh ini pihaknya telah melakukan sosialisasi dan menjaring aspirasi dari para pedagang.

Mayoritas mereka menyetujui Pasar Rakyat Toboali untuk dibangun ulang. Namun ada pula sebagian dari mereka yang hendak menempati ruko yang telah mereka sewa.

Pasar itu sudah ada sejak tahun 1969 silam. Artinya, sudah hampir 54 tahun pasar tersebut berdiri belum pernah sama sekali dilakukan penataan. Sehingga sudah sewajarnya jika pemerintah kembali membangun pasar yang lebih modern dan representatif bagi masyarakat.

“Dari hasil sosialisasi sebagian pedagang ada yang mau menempati lapak relokasi. Namun ada juga sebagian ada yang tidak. Karena mereka telah memiliki ruko sendiri,” papar Anshori.

Di samping itu lanjut dia, untuk merelokasi pedagang pemerintah telah menggelontorkan anggaran Rp700 juta. Dana itu untuk membuat tempat penampungan sementara di beberapa lokasi yang telah disediakan. Mulai dari penyediakan lahan hingga pengadaan tenda bagi pedagang.

Sejauh ini ada beberapa problem masih dikhawatirkan oleh pedagang. Satu di antaranya perihal keamanan barang dagangan mereka jika ditinggalkan di relokasi pasar baru.

Oleh sebab itu, pemerintah memastikan keamanan barang di relokasi pasar terjaga aman. Dengan menyediakan beberapa petugas keamanan untuk patroli di lapak-lapak pedagang.

“Sejauh ini yang dikhawatirkan adalah tentang keamanan barang. Ini yang akan kami carikan solusi terbaik bagi mereka,” sebutnya.

Kendati demikian kata Anshori, nantinya lapak para pedagang di tempat relokasi baru akan diacak. Semua pelaku usaha telah terdata akan diberikan kesempatan untuk mengambil kupon. Nantinya terdapat nomor lapak, guna menentukan di mana pedagang akan mendapatkan tempat strategis.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved