Selasa, 21 April 2026

Berita Pangkalpinang

Antisipasi Dampak El Nino Terhadap Pertanian, Dinas Pangan dan Pertanian Beri Bantuan Pompa Air

Penyediaan pompa air untuk pengairan lahan pertanian, kita ada yang beri bantuan yakni sudah 10 bantuan pompa air untuk pertanian

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Iwan Satriawan
istimewa
Penyerahan bantuan pompa air untuk pengairan lahan pertanian dari Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang/ist Sumarno 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Fenomena El Nino tentu akan memiliki dampak signifikan terhadap sektor pertanian.

Dalam sektor pertanian, El Nino dapat menjadi tantangan besar karena dapat mengganggu pola cuaca yang berdampak pada produksi pertanian dan kesejahteraan petani. 

Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang beri bantuan pompa air untuk pengairan lahan pertanian.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Perkebunan dan Hortikultura Sumarno menyebut, meski lahan pertanian di Kota Pangkalpinang tidak sebanyak di daerah lain tapi ada komoditas unggulan dari Pangkalpinang seperti nanas sangat butuh perhatian selama musim kemarau ini.

Diakui, Sumarno langkah konkrit yang dilakukan OPD Pangan dan Pertanian dalam mengantisipasi dampak El Nino (Kekeringan) terhadap pertanian memang suda dipersiapkan sejak beberapa waktu lalu.

"Penyediaan pompa air untuk pengairan lahan pertanian, kita ada yang beri bantuan yakni sudah 10 bantuan pompa air untuk pertanian di Pangkalpinang. Kemudian pemanfataan sungai kecil atau sumur bor di sekitar lahan pertanian," sebut Sumarno kepada Bangkapos.com, Jumat (8/9/2023).

Selain itu, pengaturan pola tanam kata Sumarno juga sangat penting, seperti percepatan jadwal tanam, pengaturan jaraktanam, pergantian varietas yang lebih adaptif dengan kondisi kering.

Diakuinya, buah nanas termasuk tanaman yang paling kuat beradaptasi dengan kekeringan. Bahkan nanas pengairannya bersifat alami atau bersumber dari air hujan.

"Kalau sekarang memang belum ada pengaruh karena musim kemarau, namun nanti pasri tetap ada pengaruhnya walaupun tidak signifikan kurang lebih 20 sampai 30 persen biasanya, ada pengurangan ataupun penurunan produksi," jelas Sumarno.

"Ada juga sebagian nanas yang mengalami kematian sepanjang musim panas ini, atau vegetatif terjadi kelayuan," tambahnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved