Kamis, 30 April 2026

Amalan dan Doa

Amalan Sunah, Serta Adab Hubungan Suami Istri Secara Islam Saat Hendak Bemesraan Lengkap Doanya

Amalan Sunah, Serta Adab Hubungan Suami Istri Secara Islam Saat Hendak Bemesraan Lengkap Doanya

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Shutterstock via Kompas
Ilustrasi pasangan, Amalan Sunah, Serta Adab Hubungan Suami Istri Secara Islam Saat Hendak Bemesraan Lengkap Doanya 

BANGKAPOS.COM--Kehidupan manusia dalam bingkai Islam telah diatur dalam segala aspeknya, termasuk dalam hal hubungan suami istri atau jimak.

Dalam hal ini, Islam menawarkan adab-adab yang indah untuk menjaga kemurnian dan kesucian dalam hubungan intim suami istri.

Ada tiga adab penting dalam hubungan intim suami istri dalam Islam, yakni:

Adab Sebelum Hubungan Suami Istri:

1. Menikah

Menikah adalah syarat mutlak dalam menjalankan hubungan intim secara Islami. Pernikahan harus sesuai dengan syarat dan rukunnya agar dianggap sah. Rukun pernikahan melibatkan calon suami, istri, wali, dua orang saksi, mahar, serta ijab dan qabul.

Penting untuk memberikan mahar kepada istri sebelum hubungan intim, sesuai dengan ajaran Rasulullah.

Sesuai dengan sabda Rasullullah SAW:“ .Ibnu Abbas berkata: Ketika Ali menikah dengan Fathimah, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadanya: “Berikanlah sesuatu kepadanya.” Ali menjawab: Aku tidak mempunyai apa-apa. Beliau bersabda: “Mana baju besi buatan Huthomiyyah milikmu?”. Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i, Hadits shahih menurut Hakim.

Menikah membawa banyak kebaikan, seperti dianjurkannya oleh Allah dan Rasulullah.

Pernikahan membawa perlindungan dari Allah, memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, meningkatkan kehormatan, dan mengalahkan godaan setan. Pernikahan juga mendatangkan berlipat-lipat pahala dalam ibadah.

2. Memilih Hari dan Waktu yang Baik:

Semua hari diperbolehkan untuk hubungan intim, tetapi ada hari-hari yang disarankan.

Hari Jumat dianggap yang terbaik, sementara hari Kamis juga memiliki manfaat. Waktu yang dianjurkan untuk hubungan intim adalah setelah salat Isya hingga sebelum salat Subuh, serta pada tengah hari. Hal ini sesuai dengan ajaran Al-Quran.

"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig diantara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu . Mereka melayani kamu, sebagian kamu (ada keperluan) kepada sebagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 24:58)"

3. Disunahkan Mandi Sebelum Jima’

Mandi sebelum hubungan intim memiliki tujuan untuk memberikan kesegaran dan kenikmatan saat berhubungan.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved