Minggu, 17 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

RSUP Babel Siap Melayani Kemoterapi untuk Pasien Kanker di Bangka Belitung

Hadirnya pelayanan kemoterapi di rumah sakit tersebut merupakan jawaban dari kebutuhan ratusan pasien kemoterapi di Kepulauan Babel. 

Tayang:
Penulis: Khamelia CC | Editor: Iwan Satriawan
Bangka pos
RSUP Babel meresmikan beroperasionalnya layanan pengobatan kemoterapi untuk pasien kanker 

Uji binatang dan uji pada manusia mengenai manfaat dan kerugian/efek samping. Saat ini lebih dari 100 jenis obat kemoterapi digunakan, baik secara tunggal, ataupun dengan berbagai kombinasi. Walaupun dapat digunakan secara sendirian, secara umum obat-obat kemoterapi bekerja lebih baik bila digunakan bersama-sama, atau lebih dikenal dengan istilah kemoterapi kombinasi.

Kombinasi dari beberapa kombinasi obat dapat bekerja bersama-sama untuk membunuh sel-sel kanker lebih baik dan mencegah resistensi sel kanker terhadap pengobatan yang kita berikan.
 
Seorang dokter yang berkecimpung di bidang onkologi (kanker) akan memilihkan jenis obat, dosis, bagaimana obat diberikan, berapa sering dan berapa lama seorang penderita menjalani kemoterapi, sesuai dengan jenis kanker dan keadaan kesehatan (status performance dan komorbiditas) seorang penderita.
 
Tujuan dari kemoterapi yang diberikan disesuaikan dengan tahapan/stadium kanker yang diderita, apakah bertujuan menyembuhkan, memperlambat pertumbuhan sel kanker atau mengurangi gejala yang timbul akibat pertumbuhan kanker.

Kemoterapi dapat diberikan secara sendirian, tanpa terapi lain, atau bisa juga diberikan bersama dengan terapi radiasi atau pembedahan.

Seorang dokter ahli bidang kemoterapi dapat melakukan kemoterapi untuk memperkecil ukuran tumor, sehingga memudahkan tindakan yang seorang ahli bedah tumor atau tindakan radiasi berikutnya.

Kemoterapi juga bisa diberikan setelah pembedahan atau radiasi, untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa. Juga bisa digunakan pada kanker yang timbul kembali, setelah dinyatakan sembuh selama beberapa waktu.

Saat kemoterapi diberikan setelah terapi pembedahan, dinamakan terapi adjuvant. Saat kemoterapi diberikan sebelum tindakan pembedahan atau radiasi dinamakan terapi neoadjuvant.
 
Seringkali seorang penderita datang kepada dokter karena mendengar bahwa kemoterapi yang diberikan memberikan rasa sakit. Kemoterapi tidak memberikan rasa sakit bila diberikan secara hati-hati , dengan cara yang benar.

Apabila seorang penderita merasakan nyeri, terbakar , demam menggigil atau kedinginan, segera laporkan kepada dokter atau perawat di ruangan kemoterapi. Pengobatan sebagian besar dilewatkan pembuluh darah layaknya infuse biasa, sehingga pasien biasa melewatkan waktu kemoterapi sambil tidur, membaca ataupun mendengarkan musik/televisi.

Beberapa obat lain memberikan efek yang memperkuat atau menghilangkan efek terapi dari kemoterapi, sehingga sampaikan kepada dokter semua obat yang sedang dikonsumsi saat ini. Sampaikan juga secara jujur dan tepat , penyakit-penyakit lain yang diderita, karena hal ini sangat mempengaruhi pertimbangan dokter untuk memberikan jenis obat yang diberikan.
 
Seorang penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi sebagian besar dapat menyebabkan penurunan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dalam periode waktu tertentu.

Cara terbaik untuk menghindari infeksi adalah dengan cuci tangan baik untuk penderita atau orang yang kontak dengan penderita.

Obat-obat kemoterapi memerlukan waktu kurang lebih 48 jam untuk membuang/mengurangi kekuatan obat yang beredar dalam tubuh, lewat air kencing, berak dan lain-lain cairan tubuh, sehingga hati-hati menggunakan toilet bersama (siram dengan baik), cuci tangan dengan baik setelah digunakan di toilet. Hati-hati dengan semua perlengkapan/pakaian yang sekiranya terkena cairan tubuh penderita dalam kurun waktu tersebut.
 
Hal yang paling ditakuti penderita dalam menjalani kemoterapi adalah efek samping yang mungkin timbul. Tidak hanya obat modern/kemoterapi, setiap obat /bahan yang kita masukkan ke dalam tubuh, pasti mempunyai efek terapi dan efek samping.

Obat-obat kemoterapi meskipun bertujuan membunuh sel kanker yang tumbuh dengan cepat, mereka dapat berefek pada sel normal. Walaupun efek samping ini tidak seburuk yang dibayangkan, sering hal ini menakutkan penderita.

Sel yang sering mengalami efek samping dari kemoterapi adalah sel-sel darah, sel saluran pencernaan , sel reproduksi dan sel folikel rambut. Beberapa obat kemoterapi dapat mengganggu juga organ ginjal, jantung, liver , paru dan susunan saraf. Mengingat semua efek yang bisa timbul, kemoterapi harus diberikan dengan hati-hati.

Efek samping makin lama akan makin berkurang dengan berjalannya waktu, walaupun ragam waktunya tergantung obat yang diberikan. Sehingga sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan informasi, penanganan, dan terapi yang jelas dan tepat.
 
Salah satu hal yang perlu dijaga oleh pasien yang menjalani kemoterapi adalah makanan. Sering pasien mengeluh kehilangan selera makan.

Bisa disebabkan mual muntah atau perubahan indera pengecap. Hal ini harus diatasi, karena keadaan tubuh yang tidak segera membaik, berarti memperlambat kemungkinan untuk sembuh dan atau kesiapan menjalani kemoterapi berikutnya.

Makanlah sesering mungkin, walaupun jumlah yang dimakan setiap kali makan tidak banyak. Variasi jenis makanan yang dimakan dan makan dengan suasana yang menyenangkan.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved