Merajut Asa Ekspor Lada Putih Bangka
Mimpi membangun perusahaan agribisnis yang berdampak baik secara sosial dan ekonomi bagi rakyat tak terbendung lagi.
Penulis: Edy Yusmanto | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Merajut asa ekspor lada putih Bangka menjadi keinginan terbesar Alfeddy Hernandy (42) sejak menginjakkan kaki di Pulau Bangka 2008 silam.
Mimpi membangun perusahaan agribisnis yang berdampak baik secara sosial dan ekonomi bagi rakyat tak terbendung lagi.
Langkah-langkah konkrit mewujudkan kemajuan dunia lada hingga proses hulu dan hilirisasi lada putih Bangka pun dilakukan, meski butuh waktu bertahun-tahun menyelami kebiasaan, adat istiadat hingga kearifan lokal masyarakat Desa Air Gegas Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan.
KETERTARIKAN itu muncul begitu saja. Keberanian itu membuncah dan pecah beberapa tahun kemudian.
Sedari awal melihat sahang atau lada, Feddy sudah jatuh cinta.
Berbagai sumber pengetahuan wawasan soal lada dicari dan dilahap seperti kebutuhan setiap hari.
Kehausan akan informasi mulai dari teori jenis lada, hama penyakit, lahan perkebunan, penyanggah lada (junjung), pemasaran, distribusi hingga produk jadi menjadi santapan Feddy.
Ketika banyak petani lokal membawa peralatan bertani seperti cangkul, parang dan lainnya, Feddy memilih membawa buku soal lada sembari belajar di kebun.
Perlahan tapi pasti, Feddy mengimplementasikan teorinya dengan berkebun lada meski memakai dana pinjaman dari keluarga.
“Saya memutuskan berkebun (lada) sendiri, belajar langsung praktek. Tujuh tahun berkebun, saya juga membentuk kelompok tani sendiri (Berkah Tani),” kata Feddy kepada bangkapos.com, Rabu (4/10/2023).
Membangun komunitas dan ekosistem perkebunan lada yang terintegrasi bukan hal yang mudah. Ada banyak permasalahan yang menghadang.
Mulai dari cara bercocok tanam, efisiensi memberantas hama penyakit hingga menstabilkan harga jual lada. Belum lagi, pola pemasaran yang dilakukan petani masih sangat konvensional artinya masih dalam bentuk kiloaan besar, karungan bukan dalam bentuk produk jadi siap edar.
Hal-hal inilah yang kemudian melecut semangat Feddy untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat dan berdampak positif bagi kehidupan petani lada.
Pada tahun 2019, Feddy diajak bergabung bersama Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Mitra lada Bersatu. Saat ini, ada empat desa yang tergabung dalam BUMDesma ini yaitu Desa Air Gegas, Desa Nyelanding, Desa Delas dan Desa Air Bara).
Feddy beranggapan ajakan ini sebuah angin segar untuk menjadi kendaraan menyusun kerangka pembangunan perusahaan agribisnis lada putih Bangka yang berstandar internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Direktur-BUMDesma-Mitra-Lada-Bersatu-Alfeddy.jpg)