Jumat, 10 April 2026

Tribunners

Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah

Teknologi memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pendidikan agama Islam di sekolah dasar

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Rapi, S.Pd. -Guru PAI SDN 4 Lepar 

Oleh: Rapi, S.Pd. - Guru PAI SDN 4 Lepar

DI dunia pendidikan Indonesia hari ini telah hadir kurikulum baru, yang dikenal dengan nama Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini didesain sebagai pembelajaran yang memberikan kesempatan untuk belajar dengan tenang, santai, menyenangkan, bebas stres, dan bebas tekanan sehingga siswa dapat menunjukkan bakat alaminya. Kurikulum ini juga memberikan keleluasaan bagi para guru untuk membuat materi sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, guru juga mendapat dukungan digital sebagai acuan dalam mengembangkan praktik mengajar, termasuk dalam pendidikan agama Islam.

Mengutip Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 033/H/KR/2022, bahwa pendidikan agama Islam dan budi pekerti dalam Kurikulum Merdeka secara bertahap dan holistik diarahkan untuk menyiapkan peserta didik agar lebih mantap secara spiritual, berakhlak mulia, dan memiliki pemahaman akan dasar-dasar agama Islam serta cara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dalam wadah NKRI.

Pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai moral pada generasi muda. Di era digital yang terus berkembang, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran agama Islam di sekolah dapat menjadi solusi yang inovatif dan efektif untuk menanamkan pesan-pesan agama kepada siswa. Di sini kita akan membahas tentang bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dalam pembelajaran agama Islam di sekolah, agar menghasilkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa.

Peran teknologi dalam pendidikan agama Islam:
* Akses sumber pembelajaran yang luas. Teknologi memungkinkan siswa untuk mengakses berbagai sumber informasi, seperti Al-Qur'an digital, hadis, dan literatur agama dengan lebih mudah. Ini membantu siswa untuk belajar dan meresapi ajaran agama dengan lebih mendalam. Siswa juga dapat mengaksesnya kapan dan di mana saja.

* Pembelajaran interaktif. Aplikasi dan perangkat lunak pendidikan dapat digunakan untuk membuat pembelajaran agama Islam lebih interaktif. Siswa dapat berpartisipasi dalam simulasi, kuis, dan permainan edukatif yang menghibur sekaligus mendidik. Misalnya video pembelajaran, simulasi, serta permainan pendidikan yang diharapkan mampu membuat proses pembelajaran menjadi interaktif.

* Pembelajaran dengan teknologi dalam pembelajaran agama Islam juga menjadi langkah yang tepat untuk membantu siswa dalam mengembangkan keahlian digital yang nantinya akan dibutuhkan siswa dalam menghadapi dunia modern.

* Pembelajaran jarak jauh. Pemanfaatan teknologi juga membantu dalam pembelajaran jarak jauh. Hal ini sudah terbukti sangat berguna selama masa pandemi Covid-19 lalu. Siswa dapat mengakses materi pembelajaran agama Islam dari rumah melalui platform daring. Selain itu, teknologi memungkinkan siswa untuk belajar mandiri melalui berbagai aplikasi dan situs web yang menawarkan kursus dan materi belajar agama Islam yang terstruktur.

Manfaat pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran agama Islam:
* Meningkatkan keterlibatan siswa: Penggunaan teknologi dalam pembelajaran agama Islam membuat materi lebih menarik bagi siswa. Mereka cenderung lebih termotivasi untuk belajar dan lebih aktif dalam proses pembelajaran.

* Pemahaman yang lebih mendalam: Sumber-sumber digital, seperti video, animasi, dan rekaman audio dapat membantu siswa untuk lebih memahami konsep-konsep agama Islam dengan lebih baik. Visualisasi dapat membantu siswa untuk mengingat informasi dengan lebih efektif.

* Penyesuaian pembelajaran: Teknologi memungkinkan guru untuk mengustomisasi pembelajaran sesuai dengan tingkat pemahaman masing-masing siswa. Ini memastikan bahwa siswa dengan kebutuhan khusus atau tingkat pemahaman yang berbeda mendapatkan perhatian yang sesuai.

* Kemudahan evaluasi dan pemantauan: Sistem manajemen pembelajaran berbasis teknologi juga memungkinkan guru untuk melacak kemajuan siswa dengan lebih efisien. Mereka dapat memberikan umpan balik yang lebih tepat waktu dan membantu siswa memperbaiki pemahaman mereka. Misalnya menggunakan aplikasi google classroom, google form atau aplikasi lainnya yang dapat memudahkan guru.

Tantangan dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran agama Islam:
* Akses terhadap teknologi: Tidak semua sekolah memiliki kemudahan dalam mengakses perangkat dan internet dalam pembelajaran. Misalnya sekolah-sekolah di kepulauan yang belum memiliki sumber daya listrik 24 jam sehingga memiliki keterbatasan dalam penggunaan alat teknologi dalam pembelajaran. Tantangan ini harus diatasi dengan memastikan akses yang merata.

* Kualitas konten: Konten digital harus dipilih dan diproduksi dengan cermat untuk memastikan akurasi dan kesesuaian dengan ajaran agama Islam.

* Pelatihan guru: Guru perlu diberikan pelatihan yang memadai untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran mereka dan memastikan mereka memahami cara menggunakan alat-alat tersebut.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved