Bangka Pos Hari Ini
Israel Perintah Evakuasi dalam 24 Jam, Warga Gaza Panik
Perintah evakuasi militer Israel dalam 24 jam sejak Jumat (13/10/2023), membuat warga Palestina di Gaza panik dan ketakutan.
“Ada orang-orang yang sakit parah dan cederanya berarti satu-satunya peluang mereka untuk bertahan hidup adalah dengan menggunakan alat bantu hidup, seperti ventilator mekanis,” kata Jasarevic, dilansir dari Reuters.
“Jadi memindahkan orang-orang itu adalah hukuman mati. Meminta petugas kesehatan untuk melakukan hal tersebut adalah tindakan yang sangat kejam,” lanjutnya.
Militer Israel pada Kamis (12/10) memerintahkan 1,1 juta warga Palestina yang terjebak di Gaza untuk pindah
ke Selatan dalam waktu 24 jam menjelang serangan darat yang diperkirakan akan
dilakukan di daerah kantong tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memperingatkan bahwa relokasi begitu banyak orang tidak mungkin dan dapat menimbulkan konsekuensi yang sangat buruk.
Diplomat utama Uni Eropa Josep Borrell menggambarkan arahan Israel sama sekali tidak realistis.
Hamas, yang mengelola Jalur Gaza, telah meminta warganya untuk mengabaikan perintah Israel, dan menggambarkannya sebagai propaganda palsu.
WHO telah memperingatkan bahwa rumah sakit di Gaza berada pada titik puncaknya dan menyerukan
koridor kemanusiaan untuk mengizinkan masuknya petugas kesehatan dan memfasilitasi evakuasi orang yang
sakit dan terluka.
Jasarevic mengatakan rumah sakit hanya mendapat aliran listrik beberapa jam setiap hari dan terpaksa bergantung pada generator untuk menjalankan fungsi-fungsi penting, di mana pasien di unit perawatan intensif dan bayi baru lahir termasuk yang paling rentan.
“Waktu hampir habis untuk mencegah bencana kemanusiaan, jika bahan bakar, air, makanan dan pasokan kesehatan dan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa tidak dapat segera dikirim ke Jalur Gaza
di tengah blokade total,” katanya.
Potensi Nakba kedua Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Jumat (13/10) memperingatkan peluang terjadinya Nakba kedua, setelah tentara Israel memerintahkan 1,1 juta orang mengungsi dari
Gaza utara.
“(Saya) sepenuhnya menolak pemindahan rakyat kami dari Jalur Gaza, karena itu sama saja dengan Nakba kedua bagi rakyat kami,” kata
Abbas, menurut kantor berita resmi Palestina Wafa.
Dikutip dari kantor berita AFP, Nakba adalah peristiwa ketika sekitar 760.000 warga Palestina melarikan diri
atau diusir dari rumah saat perang 1948 yang bertepatan dengan berdirinya Israel.
Komentar Abbas keluar setelah militer Israel menyebarkan selebaran di Jalur Gaza, memperingatkan
orang-orang mengungsi dari wilayah utara yang dihuni sekitar 1,1 juta orang.
Otoritas Palestina yang dipimpin Abbas terletak di Ramallah, Tepi Barat, dan terpisah dari kelompok Hamas
yang menguasai Gaza.
(CNN Indonesia/Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/23052021-seorang-wanita-makan-es-krim-di-depan-gedung-al-shuruq-gaza.jpg)