Berita Pangkalpinang
DKP Babel Gelar Safari Gemarikan dan Promo SI LIBEM, PJ Gubernur Beri Dukungan
AKI Babel terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2022 mencapai 68,43 kg/kapita/tahun dan ini di atas rata-rata angka konsumsi ikan nasional
Penulis: Edy Yusmanto | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memprakarsai kegiatan Gemarikan dan Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Babel Tahun 2023, di Pantai Tanjung Pesona Sungailiat Kabupaten Bangka, Kamis (19/10/2023).
Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Suganda Pandapotan Pasaribu mengatakan pemerintah akan mendorong sektor perikanan dan kelautan agar mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi nasional.
Sektor perikanan memiliki potensi, produksi dan peranan yang sangat penting bagi kesehatan generasi masa depan termasuk memerangi stunting.
"Ketersediaan perikanan yang berkesinambungan juga menjadikan sektor ini penting dan potensial untuk memastikan pemenuhan kebutuhan pangan lokal dan nasional," kata Suganda dalam rilis yang terima bangkapos.com.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Agus Suryadi mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan angka konsumsi ikan (AKI) dan menurunkan angka stunting di Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Ikan merupakan bahan pangan yang mengandung protein berkualitas tinggi berperan penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan ketahanan pangan dan gizi nasional.
Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi perikanan yang perlu dimanfaatkan secara optimal.
AKI Babel terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2022 mencapai 68,43 kg/kapita/tahun dan ini di atas rata-rata angka konsumsi ikan nasional yakni sebesar 57,53 kg/kapita/tahun.
"Artinya satu orang penduduk Bangka Belitung dirata-ratakan makan sebanyak 68,43 kilogram ikan setara ikan utuh segar," jelas Agus.
Babel berada di peringkat ke-8 nasional dalam hal persentase AKI di Indonesia. Sedangkan untuk wilayah regional Sumatera, Kepulauan Bangka Belitung berada di peringkat pertama pada tahun 2022 lalu.
Agus berharap masyarakat makin banyak konsumsi ikannya namun pihaknya juga terus mendorong supaya masyarakat mengkonsumsi Ikan yang bukan komoditas penyumbang inflasi.
"Sebagai contoh ikan Tenggiri diganti dengan ikan Tongkol atau Singkur, ikan Talang-talang, ikan Julung-julung, ikan Kurisi/ Kembung diganti ikan ekor kuning, ikan Bulat di ganti dengan ikan Bawal," sebut Agus.
Selain memperkenalkan bazar produk perikanan oleh unit pengolahan ikan (UPI) skala mikro kecil yang ada di Kabupaten Bangka.
Kegiatan ini juga satu upaya dalam pengananan inflasi daerah, pada kesempatan tersebut juga disosialisasikan web informasi logistik perikanan se Babel untuk informasi harga ikan di tingkat nelayan, pembudidaya, pengolah, pasar ikan, supplier dan cold storage yang dapat diakses melalui website Sistem Informasi Logistik Ikan Daerah (Slide Babel) yang ke depannya akan dibrandingkan dalam bentuk aplikasi
“Sistem informasi logistik ikan berbasis elektronik untuk masyarakat (SI LIBEM), ” kata Agus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/19102023gemaikan.jpg)